Musim Panen MT 2 di Tirtalaga Mesuji: Harga Gabah Rp7.500/Kg, Petani Berharap Kesejahteraan Berkelanjutan
Senipertanian.com - Musim panen padi MT 2 (Musim Tanam Kedua) di Desa Tirtalaga SP9, Kecamatan/Kabupaten Mesuji, Lampung, pada Agustus 2026 berlangsung dengan kondisi harga gabah yang cukup menggembirakan. Di tingkat petani, harga gabah dilaporkan mencapai sekitar Rp7.500 per kilogram.
Selain harga yang relatif baik, proses pengangkutan hasil panen juga tidak mengalami kendala berarti. Akses jalan menuju lokasi dapat dilalui kendaraan pengangkut gabah, sehingga mobilitas pengangkutan hasil produksi petani pada musim MT 2 ini berjalan relatif lancar.
Salah satu petani Tirtalaga, Dafa, mengungkapkan bahwa hasil panen yang diperolehnya cukup memuaskan. Dalam satu hektare lahan, ia mampu menghasilkan sekitar 107 karung “polet ayam”, dengan rata-rata bobot mencapai 75 kilogram per karung.
Dengan demikian, estimasi produksi berdasarkan hasil tersebut mencapai sekitar 8.025 kilogram atau 8,03 ton gabah per hektare.
“Alhamdulillah, panen MT 2 ini hasilnya cukup baik. Harga gabah juga mencapai Rp7.500 per kilogram dan akses jalan untuk mobil pengangkut gabah tidak mengalami kendala,” ujar Dafa.
Di tengah kabar positif musim panen MT 2, petani Tirtalaga juga menghadapi kekhawatiran untuk musim tanam berikutnya. Memasuki Agustus 2026, air asin dilaporkan mulai masuk ke wilayah pertanian.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius, khususnya bagi petani yang tanaman padinya masih berada pada fase primordia atau menjelang pembentukan malai dan pengisian hasil. Salinitas yang meningkat dikhawatirkan dapat mengganggu pertumbuhan, pembungaan, proses pembuahan, hingga pembentukan dan pengisian gabah.
Menurut Akbar salah satu petugas Mega Tani, kesejahteraan petani perlu dilihat secara menyeluruh. Harga gabah yang baik memang menjadi salah satu faktor penting, tetapi harus diikuti dengan produktivitas yang tinggi, biaya produksi yang terkendali, ketersediaan pupuk dan pestisida, akses jalan yang baik, ketersediaan air, serta kepastian pasar.
Petani berharap harga gabah dapat tetap berada pada tingkat yang menguntungkan dan tidak mengalami penurunan drastis ketika memasuki musim panen raya. Di sisi lain, petani juga berharap harga sarana produksi pertanian (saprodi) seperti pupuk, pestisida, benih dan kebutuhan produksi lainnya dapat lebih stabil dan terjangkau.
“Petani tentu berharap harga gabah tetap memberikan margin keuntungan yang sehat. Namun, yang tidak kalah penting adalah harga saprodi jangan terus meningkat, karena pada akhirnya biaya produksi akan semakin tinggi. Kesejahteraan petani harus dibangun dari keseimbangan antara harga jual hasil panen, produktivitas, biaya produksi dan kepastian pasar,” jelas Akbar.
Dengan kondisi panen MT 2 yang relatif baik, harga gabah Rp7.500/kg, serta akses transportasi yang mendukung, petani Tirtalaga berharap momentum positif ini dapat terus berlanjut. Tantangan air asin dan biaya produksi menjadi pekerjaan bersama agar keberlanjutan usaha tani dan kesejahteraan petani di Mesuji tetap terjaga.
Demikianlah artikel ini yang membahas tentang harga gabah 7.500/kg petani berharap kesejahteraan berkelanjutan. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda. Temukan juga artikel-artikel menarik lain seputar pertanian hanya di Senipertanian.com

Posting Komentar