Lewat Program HDDAP, Kementan Dorong Petani Hortikultura Tembus Pasar Ekspor
Senipertanian.com - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong transformasi sektor hortikultura melalui penguatan kelembagaan ekonomi petani dan pembenahan rantai pasok dari hulu hingga hilir.
Upaya tersebut dilakukan melalui program Horticulture Development in Dryland Areas Sector Project (HDDAP), yang dirancang untuk meningkatkan daya saing petani lahan kering sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas, termasuk ekspor.
Program hasil kolaborasi tiga direktorat jenderal di lingkungan Kementan ini melibatkan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP), serta Direktorat Jenderal Hortikultura. Pelaksanaannya turut didukung pembiayaan dari Asian Development Bank (ADB) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD) hingga 2029.
Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan, Freddy, mengatakan HDDAP telah memasuki tahun kedua pelaksanaan sejak dimulai pada 2025. Evaluasi dilakukan untuk mengukur perkembangan program sekaligus mempersiapkan agenda kegiatan pada 2027.
"Kami bertiga di Kementerian Pertanian itu melaksanakan satu kegiatan yang di didanai oleh ADB (Asian Development Bank) dan IFAD (International Fund for Agricultural Development), ini sifatnya pinjaman sampai 2029. Start-nya 2025 itu kami sudah satu tahun nih menjalani dan berbagai progres sudah kita jalani, sehingga ini adalah momentum evaluasi selama dari Januari dan juga persiapan nanti 2027 kita mau melaksanakan apa," katanya di sela peluncuran Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) serta pelepasan ekspor produk hortikultura di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center, Rabu malam, 29 Oktober 2026.
HDDAP menyasar pengembangan kawasan lahan kering seluas 10.000 hektare yang tersebar di 13 kabupaten pada tujuh provinsi. Wilayah tersebut meliputi Dairi, Karo, dan Pakpak Bharat di Sumatera Utara, Sumedang di Jawa Barat, Batang dan Wonosobo di Jawa Tengah Sumenep, Gresik, dan Lumajang di Jawa Timur Buleleng di Bali, Ende di Nusa Tenggara Timur, serta Enrekang dan Gowa di Sulawesi Selatan.
Tidak sekadar meningkatkan produksi, program ini diarahkan untuk membangun ekosistem agribisnis hortikultura yang lebih mandiri. Salah satu fokus utamanya ialah memperkuat posisi petani dalam rantai perdagangan agar tidak terus bergantung pada pengepul atau tengkulak.
Melalui pendekatan tersebut, petani didorong melakukan diversifikasi produk, memperbaiki kualitas hasil panen, mengembangkan kemasan, hingga membangun merek dagang sendiri. Dengan demikian, hasil pertanian tidak hanya dipasarkan dalam bentuk produk segar, tetapi juga memiliki nilai tambah dan daya saing di pasar modern maupun internasional.
Freddy menjelaskan, program HDDAP menargetkan keterlibatan sekitar 25.000 petani. Mereka akan didorong untuk meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas akses pemasaran melalui penguatan kelembagaan ekonomi.
"Yang tadinya di Pengepul, kita akan naikkan mereka ke retail modern, ke Ekspor. Makanya ini nanti habis ini selain dari peluncuran kelembagaannya, kita langsung ada satu yang sudah kita lakukan fasilitasi kemitraan untuk ekspor," ucapnya.
Target 350 Koperasi Hortikultura
Untuk memperkuat posisi tawar petani, Kementan menargetkan pembentukan 350 koperasi hortikultura berbadan hukum selama periode pelaksanaan HDDAP 2025–2029. Koperasi tersebut diproyeksikan menjadi wadah usaha bersama bagi sekitar 25.000 petani.
Melalui kelembagaan koperasi, petani diharapkan dapat mengonsolidasikan produksi, memperkuat skala ekonomi, serta menerapkan manajemen usaha yang lebih profesional. Dengan pengelolaan yang baik, setiap koperasi diharapkan mampu mengembangkan omzet hingga miliaran rupiah sekaligus memperpendek rantai distribusi hasil pertanian.
Freddy menegaskan, orientasi utama pembentukan kelembagaan tersebut adalah membangun usaha pertanian yang menguntungkan dan berkelanjutan.
"Dengan identitas satu, nanti bahasa yang menyatukan mereka adalah profit. Profitable upaya naik kelaskan petani hortikultura di Indonesia," katanya. ***
Demikianlah artikel ini yang membahas upaya Kementerian Pertanian melalui program HDDAP dalam membangun ekosistem pertanian hortikultura yang modern, mandiri, dan berdaya saing. Temukan juga artikel-artikel menarik lainnya seputar pertanian hanya di Senipertanian.com
Sumber: rri.co.id
Kunjungi Artikel Seni Pertanian Makin Tahu Indonesia
Redaksi dan Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Admin Seni Pertanian

Posting Komentar