Perkuat Sektor Pertanian, Ribuan Penyuluh se-Papua Gelar Konsolidasi Bangun Lumbung Pangan

Daftar Isi

Senipertanian.com - Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat peran penyuluh pertanian sebagai ujung tombak pembangunan pertanian di lapangan. Penguatan tersebut menjadi bagian penting dalam mengawal berbagai program strategis pemerintah, mempercepat peningkatan produksi pangan, sekaligus mendorong terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penyuluh memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan petani. Penyuluh menjadi penghubung antara kebijakan pemerintah, inovasi teknologi, program pembangunan pertanian, dan penerapannya di tingkat lapangan.

“Penyuluh adalah ujung tombak di lapangan. Mereka yang memastikan program berjalan, teknologi sampai ke petani, dan produksi meningkat. Karena itu, kita harus siapkan penyuluh yang kuat, tangguh, dan kompeten,” tegas Amran dalam berbagai kesempatan terkait penguatan kapasitas penyuluh pertanian.

Sejalan dengan arahan tersebut, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus memperkuat kapasitas, kelembagaan, dan profesionalisme penyuluh. Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti menekankan bahwa penyuluh memiliki peran vital dalam mempercepat swasembada pangan melalui pendampingan langsung kepada petani.

Penguatan tersebut juga terlihat dari berbagai program peningkatan kompetensi dan penataan sumber daya penyuluhan yang dilakukan Kementan sepanjang 2026. Pada September 2026, misalnya, BPPSDMP mengambil sumpah 369 PNS yang menduduki jabatan fungsional penyuluh pertanian dari berbagai daerah di Indonesia.

Rakor Penyuluh se-Papua Digelar di Merauke

Konsolidasi penguatan penyuluh tersebut berlanjut melalui Rapat Koordinasi Penyuluh Pertanian se-Papua yang digelar di Swiss-Belhotel Merauke, Papua Selatan, Rabu (23/9/2026).

Rakor mempertemukan unsur pemerintah pusat dan daerah, Dinas Pertanian, Polbangtan Manokwari, BRMP/BBRMP/Loka, BLIP Jayapura, Kelsi dan Katimker se-Papua, penyuluh pertanian, serta BMKG. Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Gubernur Papua Selatan Paskalis Imadawa.

Rapat koordinasi menjadi forum konsolidasi untuk menyamakan langkah antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mengawal pembangunan pertanian di Tanah Papua. Sejumlah isu strategis dibahas, mulai dari program peningkatan produksi, pengembangan kawasan pertanian, penguatan penyuluhan, sinkronisasi data hingga kesiapan menghadapi kondisi iklim.

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Kementan Eko Nugroho Dharmo Putro menyampaikan bahwa pemerintah pusat memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan sektor pertanian di Papua Raya, terutama Papua Selatan yang menjadi salah satu wilayah prioritas pengembangan tanaman pangan, khususnya padi.

Menurut Eko, pengembangan pertanian Papua Selatan mencakup berbagai program, antara lain cetak sawah, optimalisasi lahan dan program strategis nasional lainnya. Perhatian pemerintah juga tidak hanya diarahkan kepada Papua Selatan, tetapi mencakup wilayah lain di Papua Raya dengan potensi tanaman pangan, perkebunan maupun peternakan.

Papua Punya Potensi Besar untuk Produksi dan Hilirisasi

Eko mengatakan Papua memiliki sumber daya pertanian yang besar dan perlu dikembangkan secara terarah. Potensi tersebut tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi pangan, tetapi juga dikembangkan menjadi komoditas unggulan yang memiliki nilai tambah.

Menurutnya, pembangunan pertanian di Papua tidak cukup hanya berhenti pada peningkatan produksi. Pengembangan harus dilanjutkan hingga tahap hilirisasi agar komoditas pertanian mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

“Papua memiliki potensi yang sangat besar. Tidak hanya untuk mendukung swasembada pangan, tetapi juga untuk pengembangan komoditas unggulan dan hilirisasi. Karena itu, penyuluh harus hadir dalam seluruh proses, mulai dari produksi, pendampingan petani, penguatan kelembagaan hingga pengembangan usaha dan hilirisasi,” ujar Eko.

Pandangan tersebut sejalan dengan arah pembangunan pertanian yang tidak hanya menempatkan petani sebagai produsen bahan mentah. Penyuluh juga dituntut membantu petani memahami peluang pengembangan usaha, penguatan kelembagaan, akses pasar, serta pengolahan hasil pertanian.

Dengan pendekatan hulu-hilir, potensi pertanian Papua diharapkan tidak hanya berkontribusi terhadap ketersediaan pangan, tetapi juga membuka ruang bagi pengembangan usaha masyarakat dan peningkatan nilai ekonomi komoditas lokal.

Data dan Kelembagaan Penyuluhan Jadi Perhatian

Dalam rakor tersebut, kesiapan data menjadi salah satu perhatian penting. Data penyuluh, petani, lahan, realisasi tanam, komoditas, serta perkembangan program perlu terus disinkronkan agar kebijakan dan pendampingan di lapangan sesuai dengan kondisi aktual.

Ketersediaan data yang akurat juga menjadi dasar dalam menentukan calon petani dan calon lokasi (CP/CL). Penetapannya perlu mempertimbangkan karakteristik wilayah, agroekosistem, kondisi iklim, budaya masyarakat, regulasi, akses pasar dan keberlanjutan produksi.

Selain persoalan data, penguatan kelembagaan penyuluhan juga menjadi salah satu pembahasan utama. Dalam forum tersebut muncul gagasan pembentukan Rumah Penyuluh atau kelembagaan penyuluhan pertanian yang dapat menjadi pusat koordinasi dan pelayanan penyuluhan di daerah.

Pemerintah Provinsi Papua Selatan bahkan mendorong agar fasilitas rumah dan kantor penyuluh tersedia hingga tingkat kabupaten, bahkan distrik. Wakil Gubernur Papua Selatan Paskalis Imadawa menyampaikan kebutuhan tersebut agar penyuluh dapat menjalankan pendampingan secara lebih aman dan optimal.

Keberadaan Rumah Penyuluh diharapkan tidak sekadar menjadi tempat kerja, tetapi juga pusat pembelajaran, pertukaran informasi, koordinasi program, konsultasi pertanian dan penguatan pelayanan kepada petani di wilayah binaan.

Pertanian Papua Harus Sesuai Karakter Wilayah

Tenaga Ahli Menteri Pertanian I Gusti Made Subiksa menekankan bahwa pembangunan pertanian Papua tidak dapat dilakukan dengan pendekatan yang sama persis seperti wilayah lain di Indonesia.

Karakteristik agroekosistem, kondisi tanah, ketersediaan air, budaya masyarakat, aksesibilitas wilayah hingga kesiapan sumber daya manusia perlu menjadi pertimbangan dalam merancang program pertanian.

Salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah pengelolaan sumber daya air. Sumber air perlu didekatkan dengan lahan-lahan potensial agar produktivitas pertanian dapat ditingkatkan secara berkelanjutan.

Di sisi lain, kesuburan tanah juga perlu dijaga agar pengembangan kawasan pertanian tidak hanya mengejar peningkatan produksi dalam jangka pendek, tetapi mampu mempertahankan produktivitas lahan dalam jangka panjang.

Subiksa juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat lokal dan Orang Asli Papua (OAP). Masyarakat setempat diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi operator dan pelaku utama pembangunan pertanian di wilayahnya.

Masyarakat Lokal Didorong Jadi Pelaku Utama

Pelibatan masyarakat lokal menjadi penting karena pembangunan pertanian Papua memiliki karakter sosial dan geografis yang berbeda dengan kawasan pertanian di wilayah lain.

Penyuluh memiliki peran untuk menjembatani program pemerintah dengan kebutuhan masyarakat. Pendampingan tidak hanya menyangkut teknik budidaya, tetapi juga penguatan kelembagaan, pengelolaan usaha, penggunaan teknologi serta pengembangan akses pasar.

Melalui pendampingan yang berkelanjutan, petani dan masyarakat lokal diharapkan mampu mengembangkan komoditas yang sesuai dengan potensi wilayah masing-masing.

Selain memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, komoditas pertanian Papua juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi dan berorientasi pasar yang lebih luas, termasuk peluang ekspor.

Karena itu, penyuluh dituntut memiliki pemahaman yang semakin komprehensif mengenai kondisi wilayah binaan. Penyuluh tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga menjadi pendamping yang membantu petani menghadapi persoalan produksi dan pengembangan usaha.

Papua Didorong Menjadi Penyangga Pangan Nasional

Dengan potensi lahan yang luas, Papua terus diarahkan untuk menjadi salah satu wilayah penyangga produksi pangan nasional. Pemerintah mendorong optimalisasi potensi tersebut melalui berbagai program pertanian strategis.

Program yang menjadi bagian dari pengembangan kawasan antara lain Brigade Pangan, Optimalisasi Lahan (OPLAH), Cetak Sawah Rakyat (CSR), serta penerapan teknologi pertanian modern.

Pengembangan kawasan pertanian tersebut membutuhkan dukungan penyuluh yang mampu mendampingi petani sejak tahap persiapan hingga produksi. Pendampingan juga diperlukan agar penggunaan teknologi dapat disesuaikan dengan kondisi setempat.

Data terkait cetak sawah, CSR dan berbagai program lainnya terus disinkronkan serta divalidasi untuk memastikan kesesuaian antara data pemerintah pusat dengan kondisi aktual di lapangan.

Pemerintah juga terus mendorong keterlibatan masyarakat lokal dan OAP agar pembangunan pertanian tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi sekaligus menciptakan lapangan usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Faktor Iklim Jadi Dasar Penentuan Jadwal Tanam

Dalam rakor tersebut, BMKG turut memberikan informasi mengenai kondisi iklim yang perlu menjadi perhatian dalam penyusunan strategi pembangunan pertanian.

Informasi tersebut penting karena keberhasilan peningkatan produksi tidak hanya bergantung pada ketersediaan lahan dan sarana produksi, tetapi juga kesesuaian waktu tanam dengan kondisi agroklimat.

Berdasarkan analisis dinamika atmosfer BMKG, Papua Selatan termasuk wilayah yang perlu mewaspadai peluang curah hujan rendah pada Oktober 2026. Analisis BMKG yang diterbitkan September 2026 menunjukkan peluang curah hujan kurang dari 50 milimeter per bulan masih terdapat di bagian selatan Papua Selatan pada Oktober.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan dalam menentukan jadwal tanam, pengelolaan air, serta strategi budidaya di masing-masing kawasan.

Dengan memanfaatkan informasi iklim, penyuluh dapat membantu petani mengambil keputusan yang lebih sesuai dengan kondisi lapangan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko kegagalan produksi akibat ketidaksesuaian waktu tanam dan kondisi cuaca.

Sinergi Pusat dan Daerah Diperkuat

Rakor Penyuluh Pertanian se-Papua menghasilkan sejumlah agenda tindak lanjut. Salah satunya adalah memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah serta meningkatkan koordinasi antarunit dalam menjalankan program strategis Kementerian Pertanian.

Sinkronisasi data juga menjadi bagian penting dari tindak lanjut, meliputi data penyuluh, petani, lahan, realisasi tanam, komoditas serta perkembangan berbagai program pembangunan pertanian.

Pendampingan terhadap Brigade Pangan akan terus ditingkatkan. Pada saat yang sama, penguatan kelembagaan dan sarana penyuluhan akan dilakukan melalui pengembangan gagasan Rumah Penyuluh.

Penguatan penyuluh sendiri menjadi bagian dari agenda BPPSDMP secara nasional. Kementan sepanjang 2026 terus mendorong peningkatan kompetensi penyuluh agar mampu menjalankan pendampingan secara profesional, adaptif dan sesuai kebutuhan petani.

Langkah tersebut juga mencakup peningkatan kemampuan teknis, manajerial dan pemanfaatan teknologi. Transformasi digital bahkan mulai diperkenalkan dalam penyuluhan agar informasi pertanian dapat disampaikan kepada petani secara lebih cepat dan mudah dipahami.

CP/CL Harus Disesuaikan dengan Potensi Wilayah

Percepatan penetapan calon petani dan calon lokasi (CP/CL) menjadi salah satu agenda yang perlu dikawal secara cermat. Penentuan lokasi tidak hanya berdasarkan ketersediaan lahan, tetapi juga mempertimbangkan agroekosistem dan kesiapan masyarakat.

Faktor iklim, karakter dan budaya masyarakat, regulasi, akses pasar serta kontinuitas produk perlu menjadi bagian dari pertimbangan dalam menetapkan kawasan pengembangan pertanian.

Pendekatan tersebut penting agar program pembangunan pertanian tidak hanya menghasilkan perluasan lahan atau peningkatan luas tanam, tetapi benar-benar menciptakan kawasan produksi yang produktif dan berkelanjutan.

Penyuluh memiliki posisi penting dalam proses tersebut karena berada dekat dengan petani dan mengetahui kondisi aktual wilayah binaannya.

Dengan dukungan data yang akurat dan koordinasi lintas sektor, proses perencanaan diharapkan dapat semakin tepat sasaran serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah Papua.

Penyuluh Jadi Penghubung Program hingga Tingkat Petani

Penguatan penyuluhan di Papua Raya pada akhirnya diarahkan untuk memastikan program pembangunan pertanian tidak berhenti pada tingkat kebijakan. Program harus diterjemahkan menjadi kegiatan nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh petani dan masyarakat.

Penyuluh menjadi salah satu aktor penting dalam proses tersebut. Mereka mendampingi petani, menyampaikan inovasi, membantu menyelesaikan persoalan teknis, mengawal program pemerintah dan memperkuat kelembagaan petani.

Di tengah potensi Papua yang besar, keberadaan penyuluh yang kompeten juga dibutuhkan untuk memastikan pengembangan komoditas berjalan sesuai karakter wilayah dan kebutuhan masyarakat lokal.

Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, lembaga riset, perguruan tinggi, BMKG, pelaku usaha dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pertanian Papua yang produktif.

Melalui konsolidasi tersebut, pemerintah berharap potensi pertanian Papua dapat dikembangkan secara terarah, mulai dari produksi, penguatan kelembagaan, peningkatan nilai tambah hingga pengembangan pasar. Dengan demikian, Papua dapat berkontribusi lebih besar terhadap ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakatnya.

Rakor Penyuluh Pertanian se-Papua di Merauke menjadi bagian dari upaya menyatukan langkah tersebut: memperkuat penyuluh, memperbaiki koordinasi, memastikan data semakin akurat, serta mendorong pembangunan pertanian Papua yang berbasis potensi lokal dan berorientasi pada keberlanjutan.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang ribuan penyuluh se papua gelar konsolidasi bangun lumbung pangan. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda. Temukan juga artikel-artikel menarik lain seputar pertanian hanya di Senipertanian.com 

Kunjungi Artikel Seni Pertanian Makin Tahu Indonesia

Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Posting Komentar