Cirebon Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi, Perkuat Peran sebagai Penggerak Ekonomi Rebana

Daftar Isi

Senipertanian.com - Kota Cirebon memiliki posisi strategis dalam peta perekonomian Jawa Barat. Berada di jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa sekaligus menjadi bagian dari Kawasan Metropolitan Rebana, Cirebon memiliki konektivitas yang mendukung aktivitas perdagangan, jasa, pariwisata, akomodasi, serta usaha makanan dan minuman.

Kawasan Rebana sendiri mencakup tujuh kabupaten/kota, yakni Kabupaten Subang, Indramayu, Majalengka, Sumedang, Cirebon, Kuningan, dan Kota Cirebon. Pemerintah pusat menyebut kawasan tersebut sebagai klaster industri dan metropolitan baru yang didukung infrastruktur strategis seperti Pelabuhan Internasional Patimban, Bandara Kertajati, jaringan jalan tol, serta kawasan industri. 

Di tengah perkembangan tersebut, keberadaan UMKM menjadi salah satu bagian penting dalam menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Pemerintah Kota Cirebon mencatat terdapat sekitar 5.353 pelaku usaha, sementara sektor perdagangan dan jasa memberikan kontribusi sebesar 27,31 persen terhadap PDRB Kota Cirebon. Data tersebut juga disampaikan Pemerintah Kota Cirebon dalam agenda penguatan dunia usaha dan Kadin. 

Cirebon dan Potensi Ekonomi Kawasan Rebana

Sekretaris Daerah Kota Cirebon Iing Daiman mengatakan pengembangan ekonomi daerah perlu melihat posisi Cirebon sebagai bagian dari kawasan yang saling terhubung dengan daerah lain.

Menurut Iing, Cirebon tidak dapat dipandang hanya sebagai satu wilayah administratif, tetapi juga sebagai bagian dari kawasan metropolitan yang memiliki keterkaitan ekonomi dengan Indramayu, Kuningan, Majalengka dan wilayah lainnya.

“Kami melihat Cirebon bukan hanya sebagai satu wilayah administratif, tetapi sebagai bagian dari kawasan metropolitan yang terhubung dengan Indramayu, Kuningan, dan Majalengka,” jelas Iing dalam acara Kota Masa Depan Grab-OVO yang berlangsung di Kantor Wali Kota Cirebon, Kamis malam (1/10/2026).

Posisi tersebut semakin penting seiring dengan pengembangan Kawasan Metropolitan Rebana. Pemerintah Jawa Barat pada September 2026 kembali menegaskan bahwa Rebana diarahkan menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi baru Jawa Barat. 

Digitalisasi Buka Akses Pasar bagi UMKM

Iing mengatakan pemerintah daerah ingin Cirebon menjadi salah satu penggerak perekonomian kawasan, termasuk melalui perluasan akses bagi pelaku UMKM.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital dapat membantu mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen yang lebih luas. Digitalisasi juga dapat menjadi sarana bagi UMKM untuk mengembangkan pemasaran, transaksi, serta membangun hubungan dengan pelanggan.

“Kehadiran program Kota Masa Depan #BeraniDigital dari Grab dan OVO menunjukkan bagaimana teknologi dapat menghubungkan masyarakat dan aktivitas ekonomi lintas kabupaten dan kota,” ujarnya.

Ia berharap pemanfaatan teknologi tidak hanya memberikan manfaat bagi pelaku usaha di pusat kota, tetapi juga dapat memperluas peluang ekonomi bagi masyarakat di wilayah sekitar Cirebon.

Grab-OVO Dorong Ekosistem UMKM Lebih Inklusif

Program Kota Masa Depan #BeraniDigital merupakan bagian dari upaya Grab dan OVO bersama berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong digitalisasi UMKM di daerah. Dalam pelaksanaannya di berbagai kota, program tersebut mencakup pelatihan, pendampingan, akses teknologi, perluasan pasar, hingga penguatan kapasitas pelaku usaha. 

Grab juga sebelumnya menjalankan berbagai program penguatan kapasitas merchant. Pada September 2026, misalnya, Grab dan OVO Finansial menyelesaikan rangkaian Teras Perwira di 10 kota yang menjangkau sekitar 1.400 Mitra GrabMerchant dengan materi seperti strategi iklan digital, pemanfaatan AI, penghitungan harga jual, dan pengelolaan pendanaan usaha. 

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital UMKM tidak hanya berkaitan dengan kehadiran usaha di platform digital, tetapi juga menyangkut kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi untuk pengelolaan bisnis.

Bagi Cirebon, penguatan kapasitas digital tersebut dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing UMKM di tengah berkembangnya aktivitas ekonomi kawasan Rebana.

Pelaku UMKM Berbagi Pengalaman Pemanfaatan Teknologi

Dalam kegiatan di Cirebon tersebut, Staf Khusus Menteri UMKM Hasby M. Zamri, Sekretaris Daerah Kota Cirebon Iing Daiman, serta Direktur Grab Indonesia Richard Aditya turut berinteraksi secara langsung dengan pelaku UMKM dan Mitra Pengemudi.

Para pelaku usaha menyampaikan pengalaman mereka dalam memanfaatkan teknologi digital untuk menjalankan bisnis. Pemanfaatan platform digital antara lain membantu pelaku usaha memperluas jangkauan pelanggan dan membuka peluang peningkatan penjualan harian.

Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa teknologi dapat menjadi salah satu instrumen untuk menghubungkan pelaku usaha lokal dengan pasar yang lebih luas.

Di sisi lain, pemerintah daerah tetap memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem yang mendukung, mulai dari peningkatan kapasitas, penguatan data UMKM, akses pembiayaan, legalitas, hingga pengembangan pasar.

Cirebon Diproyeksikan Jadi Simpul Perdagangan dan Jasa

Secara regional, Cirebon memiliki posisi penting dalam Kawasan Metropolitan Rebana. Pemerintah Kota Cirebon menyebut kawasan tersebut dapat memperkuat peran Cirebon sebagai kota perdagangan dan jasa, sementara dokumen perencanaan pemerintah juga menempatkan kawasan perkotaan Cirebon sebagai salah satu simpul pertumbuhan ekonomi Jawa Barat bagian timur. 

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat Kawasan Rebana mencakup sekitar 20 persen luas Jawa Barat dan dihuni hampir 10 juta jiwa, dengan kontribusi ekonomi sekitar 19 persen terhadap PDRB Jawa Barat berdasarkan data yang disampaikan pemerintah pada 2025. 

Dengan posisi tersebut, penguatan UMKM Cirebon melalui digitalisasi dapat berjalan beriringan dengan perkembangan perdagangan, industri, logistik, pariwisata, serta ekonomi kreatif di kawasan.

Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, platform teknologi, lembaga keuangan, komunitas, dan pelaku UMKM menjadi salah satu unsur penting dalam membangun ekosistem ekonomi daerah yang saling terhubung.

Ke depan, Cirebon tidak hanya memiliki peluang untuk memperkuat pasar lokal, tetapi juga dapat memanfaatkan konektivitas kawasan Rebana untuk memperluas jangkauan produk dan jasa UMKM ke pasar regional maupun nasional.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang cirebon dorong umkm naik kelas lewat digitalisasi. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda. Temukan juga artikel-artikel menarik lain seputar pertanian hanya di Senipertanian.com 

Kunjungi Artikel Seni Pertanian Makin Tahu Indonesia

Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Posting Komentar