Ditjen Hortikultura Kenalkan Produk Unggulan HDDAP di AGRINEX 2026, Buka Peluang Kemitraan Pasar

Daftar Isi

 

Senipertanian.com - Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian turut berpartisipasi dalam AGRINEX Expo 2026 yang digelar pada 23–25 Oktober 2026 di Cendrawasih Hall, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta. Mengusung tema “Indonesia Feed The World”, pameran ini menjadi momentum untuk memperkenalkan produk hortikultura unggulan lokal sekaligus membuka peluang kemitraan dan memperluas akses pasar bagi petani.

Dalam ajang tersebut, Ditjen Hortikultura memperkenalkan program Horticulture Development in Dryland Areas Sector Project (HDDAP), yakni program pengembangan hortikultura di lahan kering yang mendorong penguatan sektor hortikultura dari hulu hingga hilir.

AGRINEX 2026 Dorong Kemandirian Pangan dan Perluasan Pasar

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang hadir dalam pembukaan AGRINEX Expo 2026, menegaskan pentingnya kemandirian pangan bagi suatu negara. Menurutnya, peningkatan produktivitas petani dalam negeri menjadi salah satu kunci untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Setelah puluhan tahun merdeka, ternyata makanan masih bergantung pada negara lain. Tapi sejak 2025, Indonesia sudah stop impor beras dan jagung pakan. Bahkan surplus. Dengan tidak impor, kita menyejahterakan dan meningkatkan produktivitas petani Indonesia,” ujar Zulkifli.

Ia juga menyampaikan bahwa AGRINEX Expo menjadi wadah bagi petani dan pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), untuk menemukan pasar, bertukar informasi dan teknologi, serta membuka peluang investasi.

Ditjen Hortikultura Tampilkan Produk Unggulan Lokal Hasil HDDAP

Pada pameran ini, Ditjen Hortikultura menampilkan beragam produk hortikultura unggulan lokal, antara lain mangga, salak, durian, alpukat, kentang, manggis, dan pisang. Produk-produk tersebut menjadi representasi potensi hortikultura Indonesia yang terus dikembangkan untuk meningkatkan daya saing dan nilai ekonomi hasil pertanian.

Sejumlah produk yang dipamerkan merupakan hasil pengembangan hortikultura di lahan kering melalui program HDDAP yang tersebar di 13 kabupaten. Partisipasi ini sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi hasil pengembangan hortikultura kepada masyarakat, pelaku usaha, dan calon mitra pasar.

Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura, Hotman Fajar Simanjuntak, mengatakan bahwa AGRINEX merupakan salah satu pameran rutin yang diikuti Ditjen Hortikultura. Keikutsertaan tahun ini diarahkan untuk memperkenalkan produk unggulan lokal, menyampaikan capaian pengembangan hortikultura, serta membantu petani dan pelaku usaha menemukan pasar dan mitra potensial.

Hotman menjelaskan, sesuai arahan Direktur Jenderal Hortikultura, Muhammad Taufiq Ratule, keikutsertaan Ditjen Hortikultura dalam AGRINEX 2026 juga menjadi bagian dari upaya mendukung pengembangan usaha dan hilirisasi produk pertanian.

“AGRINEX ini hampir setiap tahun kami ikuti. Dan yang pasti kami akan mengenalkan produk-produk hortikultura, apa saja yang akan kami sampaikan ke masyarakat, apa produk hortikultura, apa yang sudah dicapai dan berhasil,” kata Hotman.

HDDAP Buka Peluang Kemitraan dan Perluas Akses Pasar

Lebih lanjut, Hotman menyampaikan bahwa pengembangan hortikultura saat ini juga dilakukan melalui program HDDAP yang menyasar wilayah dengan karakteristik lahan kering. Melalui partisipasi di AGRINEX 2026, Ditjen Hortikultura ingin memperkenalkan program tersebut sekaligus membuka peluang kerja sama dengan mitra usaha maupun offtaker untuk mendukung pemasaran produk yang dihasilkan.

“Kami dari Direktorat Jenderal Hortikultura sepakat bahwa AGRINEX merupakan kegiatan yang terbukti memberikan dampak positif bagi UMKM pertanian. Dan kami pikir Agrinex ini merupakan sesuatu yang cukup menjanjikan bagi pemasaran atau bagian promosi atau bagian hal yang akan kita kembangkan di kemudian hari di sisi produk-produk kita, salah satunya dari HDDAP,” lanjut Hotman.

Menurutnya, keberadaan forum promosi dan jejaring bisnis seperti AGRINEX dapat menjadi peluang bagi produk hortikultura untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Pertemuan antara petani, pelaku UMKM, calon mitra, dan pelaku industri diharapkan mampu mendorong terbentuknya kerja sama yang berkelanjutan.

Bagi sektor hortikultura, keterhubungan antara produksi, pengolahan, dan pemasaran merupakan aspek penting dalam pengembangan agribisnis. Karena itu, penguatan akses pasar perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas dan nilai tambah produk.

Melalui AGRINEX 2026, produk unggulan hortikultura, khususnya yang dikembangkan melalui program HDDAP, diharapkan semakin dikenal masyarakat dan memiliki peluang lebih besar untuk menjalin kemitraan usaha, memperluas jangkauan pemasaran, serta meningkatkan nilai tambah bagi petani dan pelaku usaha hortikultura.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang ditjen hortikultura kenalkan produk unggulan hddap di agrinex 2026. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda. Temukan juga artikel-artikel menarik lain seputar pertanian hanya di Senipertanian.com 

Kunjungi Artikel Seni Pertanian Makin Tahu Indonesia

Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Hubungi: Admin Seni Pertanian

 


Posting Komentar