Jaring Peneduh Hijau dan Biru Tekan Sunburn Nanas MD2 hingga 96,5%, Jaring Hitam Tingkatkan Ukuran Buah
Daftar Isi
Senipertanian.com – Upaya meningkatkan kualitas buah nanas tidak hanya dilakukan melalui pemupukan dan pemeliharaan tanaman, tetapi juga dengan mengelola paparan sinar matahari menjelang panen. Salah satu inovasi yang berpotensi mendukung upaya tersebut adalah penggunaan jaring peneduh (shading net) berwarna untuk mengurangi risiko sunburn atau kerusakan kulit buah akibat paparan radiasi matahari berlebihan.
Temuan ini dilaporkan dalam penelitian Wilda Yanti bersama Soesiladi Esti Widodo, David Chandra, Agus Karyanto, dan Diego Mauricio Cano Reinoso yang diterbitkan pada 2026 dalam Journal of Microbiology, Biotechnology and Food Sciences, volume 15 nomor 5, dengan judul Effect of Shading Net Color on Harvest Age and Fruit Quality of MD2 Pineapple (Ananas comosus L. Merr.).
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa seluruh perlakuan perlindungan yang diuji mampu menekan sunburn secara signifikan dibandingkan buah tanpa pelindung. Jaring peneduh hijau dan biru menunjukkan perlindungan paling efektif, dengan penurunan sunburn hingga 96,5%. Sementara itu, jaring hitam menghasilkan peningkatan ukuran buah hingga 33,06% tanpa menurunkan kadar padatan terlarut total (°Brix) maupun keasaman.
Hasil ini memberikan gambaran bahwa pengelolaan paparan sinar matahari dapat menjadi salah satu strategi prapanen untuk menjaga penampilan dan kualitas buah nanas MD2.
Sunburn Menjadi Tantangan dalam Produksi Nanas MD2
Nanas MD2 merupakan salah satu varietas yang banyak diminati dalam perdagangan nanas segar. Varietas ini dikenal memiliki daging buah berwarna kuning keemasan, rasa manis, keasaman relatif rendah, serta daya simpan yang baik.
Namun, produksi nanas di wilayah tropis menghadapi tantangan berupa intensitas radiasi matahari yang tinggi. Ketika paparan berlebihan terjadi pada buah, kondisi tersebut dapat memicu sunburn yang ditandai perubahan warna kulit, kerusakan jaringan permukaan, hingga luka bakar pada tingkat yang lebih berat.
Kerusakan tersebut berpotensi menurunkan kualitas visual buah dan memengaruhi penerimaan pasar. Bagi industri nanas yang berorientasi pada standar mutu, menjaga kondisi kulit buah menjadi bagian penting dari pengelolaan kualitas hasil panen.
Karena itu, teknologi perlindungan prapanen diperlukan untuk membantu mengurangi dampak lingkungan tanpa mengabaikan karakteristik fisik dan kimia buah yang dihasilkan.
Tujuh Perlakuan Diuji untuk Melindungi Buah Nanas
Penelitian yang dilakukan di fasilitas Research and Development Postharvest PT Great Giant Pineapple (PG4), Lampung, pada Agustus hingga Oktober 2025 ini mengevaluasi tujuh perlakuan perlindungan pada nanas MD2.
Perlakuan tersebut meliputi kontrol tanpa pelindung, pembungkusan buah menggunakan kertas cokelat daur ulang, serta penggunaan lima warna jaring peneduh, yaitu hitam, putih, merah, hijau, dan biru.
Jaring yang digunakan memiliki kerapatan 40 mesh dengan ukuran 2 × 2 meter. Perlakuan diterapkan pada 78 hari setelah forcing, yaitu perlakuan untuk merangsang pembungaan tanaman, kemudian buah dievaluasi saat mencapai tahap kematangan SC2 atau shell color 2.
Sebanyak 210 buah digunakan dalam penelitian dengan rancangan acak lengkap dan lima ulangan untuk setiap perlakuan. Pengamatan mencakup tingkat sunburn, umur panen, bobot dan ukuran buah, panjang mahkota, kekerasan daging dan bagian inti buah, warna daging, kadar °Brix, keasaman tertitrasi, serta kandungan vitamin C.
Pendekatan tersebut memungkinkan peneliti membandingkan efektivitas perlindungan terhadap kerusakan kulit sekaligus mengevaluasi kualitas buah setelah perlakuan.
Jaring Hijau dan Biru Paling Efektif Menekan Sunburn
Salah satu hasil utama penelitian adalah kemampuan seluruh perlakuan perlindungan dalam menekan kerusakan akibat sunburn dibandingkan kontrol tanpa pelindung.
Jaring hijau dan biru menunjukkan tingkat sunburn terendah, dengan penurunan hingga 96,5% berdasarkan abstrak publikasi. Temuan ini menunjukkan bahwa pemilihan warna jaring berpotensi memengaruhi efektivitas perlindungan buah.
Secara praktis, jaring peneduh membantu mengurangi paparan radiasi matahari yang diterima buah dan memodifikasi kondisi mikroklimat di sekitarnya. Pengurangan paparan tersebut dapat membantu menekan pemanasan berlebihan pada permukaan buah yang berisiko mengalami kerusakan.
Meskipun jaring hijau dan biru menunjukkan hasil terbaik untuk parameter sunburn, penelitian tidak menyatakan bahwa keduanya unggul secara statistik terhadap semua perlakuan perlindungan lainnya. Seluruh perlakuan pelindung tetap menunjukkan manfaat yang signifikan dibandingkan kontrol.
Dengan demikian, hasil penelitian membuka peluang pemanfaatan jaring peneduh sebagai salah satu pilihan teknologi untuk membantu menjaga penampilan buah nanas sebelum dipanen.
Jaring Hitam Tingkatkan Ukuran Buah Tanpa Menurunkan °Brix
Selain perlindungan terhadap sunburn, penelitian ini menemukan bahwa jaring hitam memberikan peningkatan ukuran buah hingga 33,06% tanpa menurunkan kadar °Brix maupun keasaman.
Kadar °Brix merupakan salah satu parameter yang digunakan untuk mengukur padatan terlarut dalam sari buah dan lazim digunakan sebagai indikator yang berkaitan dengan kemanisan. Sementara itu, keasaman turut memengaruhi keseimbangan cita rasa buah.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa peningkatan ukuran buah melalui perlakuan jaring hitam tidak disertai penurunan pada kedua parameter kimia tersebut dalam penelitian ini.
Temuan ini penting karena kualitas buah untuk pasar tidak hanya ditentukan oleh ukuran dan bobot, tetapi juga oleh karakteristik rasa yang memengaruhi penerimaan konsumen.
Meski demikian, respons terhadap setiap warna jaring berbeda menurut parameter yang diamati. Oleh sebab itu, pemilihan jaring perlu mempertimbangkan sasaran produksi, apakah lebih berfokus pada pengurangan kerusakan kulit, peningkatan ukuran buah, atau karakteristik mutu lainnya.
Kandungan Vitamin C Meningkat pada Jaring Hijau dan Biru
Penelitian tersebut juga melaporkan peningkatan kandungan vitamin C sebesar 17–23% pada buah yang diberi perlakuan jaring hijau dan biru dibandingkan kontrol.
Vitamin C merupakan salah satu komponen penting dalam kualitas gizi buah. Hasil ini menunjukkan bahwa perlakuan peneduhan tidak hanya berkaitan dengan perlindungan permukaan buah, tetapi juga berpotensi memengaruhi sejumlah karakteristik kimia di dalamnya.
Perbedaan respons tersebut memperlihatkan bahwa warna jaring dapat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan lingkungan mikro tanaman. Namun, peningkatan vitamin C tersebut merupakan hasil pada kondisi penelitian yang dilakukan dan masih perlu dievaluasi pada kondisi budidaya lainnya.
Dengan mempertimbangkan tingkat sunburn, ukuran buah, serta kualitas kimia, penggunaan jaring peneduh dapat diarahkan sesuai kebutuhan produksi dan standar mutu yang ingin dicapai.
Teknologi Prapanen untuk Mendukung Mutu Nanas Berorientasi Ekspor
Bagi industri nanas, menjaga kualitas sejak tanaman berada di lapangan merupakan bagian penting dari upaya mengurangi kehilangan hasil dan mempertahankan nilai jual.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan jaring peneduh berwarna berpotensi menjadi alternatif perlindungan prapanen selain pembungkusan buah secara individual. Perlakuan tersebut dapat membantu mengurangi kerusakan kulit sekaligus mempertahankan sejumlah karakteristik mutu buah.
Namun, penerapan dalam skala komersial tetap memerlukan pertimbangan biaya pemasangan, kebutuhan bahan, pemeliharaan, kondisi lingkungan, dan manfaat ekonomi. Pengujian lebih lanjut juga diperlukan untuk mengetahui konsistensi hasil pada lokasi, musim, dan kondisi budidaya yang berbeda.
Pemilihan warna jaring sebaiknya didasarkan pada tujuan produksi. Jaring hijau dan biru menunjukkan potensi kuat untuk menekan sunburn serta meningkatkan kandungan vitamin C, sedangkan jaring hitam menonjol dalam peningkatan ukuran buah tanpa menurunkan °Brix dan keasaman.
Pendekatan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pengelola perkebunan dan pelaku industri hortikultura dalam mengembangkan strategi peningkatan mutu buah nanas.
Riset dan Inovasi untuk Meningkatkan Daya Saing Hortikultura
Penelitian Wilda Yanti dan tim memperlihatkan bahwa inovasi sederhana dalam pengelolaan lingkungan mikro dapat memberikan manfaat pada beberapa aspek kualitas nanas MD2.
Penggunaan jaring peneduh berwarna menawarkan pendekatan yang dapat disesuaikan dengan sasaran produksi, mulai dari menekan kerusakan kulit hingga memperbaiki ukuran dan mempertahankan karakteristik kimia buah.
Ke depan, pengembangan teknologi perlindungan prapanen perlu didukung evaluasi teknis dan ekonomi agar dapat diterapkan secara efektif pada skala perkebunan. Dengan demikian, hasil riset tidak hanya menjadi kontribusi bagi ilmu pengetahuan, tetapi juga dapat menjadi dasar pertimbangan dalam meningkatkan kualitas dan daya saing produk hortikultura Indonesia.
Demikian artikel mengenai pemanfaatan jaring peneduh berwarna untuk menekan sunburn dan meningkatkan kualitas buah nanas MD2. Semoga informasi ini bermanfaat bagi pelaku usaha pertanian, praktisi hortikultura, akademisi, dan masyarakat yang tertarik pada inovasi pertanian. Temukan juga artikel-artikel menarik lainnya seputar pertanian hanya di Senipertanian.com.
Kunjungi Artikel Seni Pertanian Makin Tahu Indonesia
Redaksi dan Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Admin Seni Pertanian

Posting Komentar