Perkuat Kemandirian Petani, Wabup Nadirsyah Hadiri Peluncuran Koperasi Produsen Muda Jaya Utama di Tubaba
Senipertanian.com - Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, terus mendorong penguatan sektor pertanian melalui pengembangan kelembagaan ekonomi petani. Salah satu upaya tersebut ditandai dengan peluncuran Koperasi Produsen Petani Muda Jaya Utama di Tiyuh Marga Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Udik, Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Tubaba, Nadirsyah, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta sejumlah pihak terkait. Kehadiran koperasi ini diharapkan menjadi momentum penting dalam membangun kemandirian petani melalui penguatan kelembagaan ekonomi yang profesional dan berorientasi pada kebutuhan anggota.
Peluncuran Koperasi Muda Jaya Utama bukan sekadar pembentukan organisasi, melainkan bagian dari upaya mendorong petani agar memiliki wadah usaha bersama yang mampu mengelola kebutuhan produksi, memperluas jaringan kemitraan, sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil pertanian.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tubaba Nadirsyah menyampaikan bahwa keberadaan koperasi tersebut diharapkan dapat menjadi solusi bagi petani dalam memenuhi kebutuhan pupuk dan sarana produksi pertanian (saprodi).
Menurutnya, koperasi memiliki peran strategis dalam membantu pengelolaan dan penyaluran kebutuhan pertanian bagi anggota maupun kelompok tani, sehingga keberadaannya benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
"Kehadiran Koperasi Muda Jaya Utama ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk mengelola dan menyuplai kebutuhan pupuk serta sarana produksi pertanian bagi para petani, sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota dan kelompok tani di wilayah Marga Kencana," ujarnya.
Potensi Pertanian Marga Kencana Jadi Kekuatan Ekonomi Lokal
Nadirsyah juga menyoroti besarnya potensi sektor pertanian di wilayah Marga Kencana. Dengan luas lahan persawahan yang diperkirakan mencapai 300 hingga 400 hektare, kawasan tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi kawasan pertanian produktif melalui penguatan kelembagaan dan kolaborasi ekonomi petani.
"Kawasan Marga Kencana memiliki potensi sekitar 300 hingga 400 hektare lahan sawah dengan masyarakat yang sangat konsen di bidang pertanian. Karena itu, kehadiran koperasi ini menjadi langkah tepat untuk mendukung kemandirian dan peningkatan perekonomian petani lokal," tambahnya.
Potensi tersebut menjadi modal penting bagi pengembangan usaha pertanian secara terintegrasi. Melalui koperasi, para petani diharapkan dapat memperkuat posisi tawar, meningkatkan efisiensi biaya produksi, serta memperoleh akses yang lebih baik terhadap kebutuhan pertanian dan jaringan pemasaran.
Penguatan kelembagaan ekonomi petani juga menjadi salah satu langkah untuk mengatasi berbagai persoalan yang selama ini dihadapi petani, mulai dari keterbatasan akses sarana produksi, pengelolaan usaha, hingga pemasaran hasil panen.
Dengan adanya koperasi, kebutuhan anggota dapat dikelola secara kolektif melalui sistem usaha yang lebih terorganisasi. Hal ini sekaligus membuka peluang bagi petani untuk mengembangkan kegiatan ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga pengolahan dan pemasaran hasil pertanian.
Karena itu, keberadaan Koperasi Muda Jaya Utama diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat berbasis pertanian, sekaligus memperkuat posisi Marga Kencana sebagai salah satu kawasan potensial pengembangan pertanian di Kabupaten Tubaba.
Bagian dari Program ICARE Kementerian Pertanian dan World Bank
Pengembangan Koperasi Produsen Muda Jaya Utama merupakan bagian dari penguatan kelembagaan ekonomi petani melalui Program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE), sebuah program yang didukung Kementerian Pertanian Republik Indonesia bersama World Bank atau Bank Dunia.
Program ICARE diarahkan untuk membangun kawasan pertanian berbasis korporasi petani melalui penguatan rantai nilai, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi pertanian, serta pengembangan kemitraan dengan berbagai pelaku usaha.
Sebagaimana diberitakan melalui publikasi resmi BRMP Sistem Kementerian Pertanian pada 15 Juli 2026, pembentukan Koperasi Tani Muda Jaya Utama di Tiyuh Marga Kencana merupakan bagian dari upaya memperkuat kelembagaan ekonomi petani agar lebih profesional, memiliki daya saing, serta mampu memperluas akses usaha.
Dalam perkembangannya, kelompok tani didorong untuk bertransformasi menjadi koperasi produsen berbadan hukum dengan tata kelola organisasi yang lebih baik, sehingga mampu menjalankan kegiatan usaha secara terencana dan berkelanjutan.
Penguatan tersebut juga mencakup penyusunan rencana bisnis koperasi yang diarahkan pada pengembangan usaha pertanian dari hulu hingga hilir. Berdasarkan publikasi Program ICARE pada Agustus 2026, rencana usaha Koperasi Muda Jaya Utama mencakup komoditas tanaman pangan, seperti padi, jagung, kedelai, porang, aneka umbi, serta komoditas hortikultura.
Langkah tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan koperasi tidak hanya difokuskan pada penyediaan kebutuhan produksi, tetapi juga diarahkan untuk membangun ekosistem agribisnis yang mampu memberikan nilai tambah bagi petani.
Perluas Kemitraan, Dorong Koperasi Menjadi Pusat Usaha Petani
Keseriusan pengembangan Koperasi Muda Jaya Utama juga terlihat dari upaya membangun kemitraan dengan berbagai pihak. Pada 21 Oktober 2026, koperasi tersebut tercatat menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra swasta dan instansi pemerintah melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Platform Pemangku Kepentingan Publik-Swasta.
Berdasarkan publikasi BRMP Sistem, sejumlah mitra yang terlibat di antaranya PT Pupuk Indonesia, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, PT Astha Brata Jayati, PT Maxi Utama Energy, dan PT Primasid Andalan Utama, serta mitra teknis perbenihan dari Provinsi Lampung.
Ruang lingkup peluang kerja sama tersebut meliputi penguatan akses pupuk dan sarana produksi pertanian, penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), akses benih padi, pengembangan penangkaran benih, hingga pendampingan teknis dan pemasaran produk.
Selain itu, pengembangan unit usaha koperasi juga diarahkan untuk mencakup layanan mekanisasi pertanian, penyediaan sarana produksi, penanganan pascapanen, serta pemasaran hasil pertanian.
Dengan semakin luasnya jaringan kemitraan, koperasi diharapkan mampu menjadi penghubung antara petani, pemerintah, lembaga keuangan, dan dunia usaha. Sinergi tersebut menjadi faktor penting dalam membangun sistem pertanian yang lebih efisien, produktif, dan memiliki daya saing.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat berharap Koperasi Produsen Petani Muda Jaya Utama dapat berkembang menjadi pusat kegiatan ekonomi bersama yang tidak hanya memenuhi kebutuhan anggotanya, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.
Penguatan koperasi ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal. Dengan dukungan pemerintah, pendampingan program ICARE, serta partisipasi aktif masyarakat, sektor pertanian Tubaba diharapkan semakin maju, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Demikianlah artikel ini yang membahas tentang peluncuran koperasi produsen muda jaya utama di tubaba. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda. Temukan juga artikel-artikel menarik lain seputar pertanian hanya di Senipertanian.com
Kunjungi Artikel Seni Pertanian Makin Tahu Indonesia
Redaksi dan Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Admin Seni Pertanian

Posting Komentar