Wamentan Saleh Mustafa Tegaskan Komitmen Perkuat Kedaulatan Pangan dan Berantas Mafia Pangan

Daftar Isi

Senipertanian.com - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa menegaskan komitmennya untuk menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kedaulatan pangan nasional. Bersama Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan seluruh pemangku kepentingan, ia mendorong percepatan berbagai program pertanian, termasuk pembukaan lahan dan peningkatan kesejahteraan petani.

Saleh menyampaikan bahwa penugasan sebagai Wamentan merupakan amanah negara yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, arahan Presiden telah diterima dan selanjutnya perlu diterjemahkan menjadi langkah konkret di lapangan.

“Ini merupakan tugas negara yang harus kita laksanakan. Presiden sudah memberikan arahan kepada Pak Mentan dan saya. Selanjutnya, kita tinggal menjalankan arahan tersebut bersama-sama,” ujar Saleh pada Senin (5/10).

Ia menilai tantangan dalam mewujudkan kedaulatan pangan ke depan tidak ringan. Karena itu, diperlukan kerja sama seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat fondasi pembangunan pertanian nasional.

Selain peningkatan produksi, Saleh menempatkan pembukaan lahan pertanian dan kesejahteraan petani sebagai bagian penting dari agenda yang harus didorong. Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat ketersediaan pangan sekaligus memastikan pembangunan sektor pertanian memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Percepatan

Menurut Saleh, keberhasilan pembangunan pertanian membutuhkan sinergi lintas sektor. Kementerian dan lembaga pemerintah, TNI-Polri, pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga petani perlu bergerak bersama agar berbagai program dapat dijalankan secara efektif.

Kolaborasi tersebut dinilai penting karena pembangunan pangan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga mencakup tata kelola, distribusi, akses petani terhadap sarana produksi, serta keberlanjutan usaha pertanian.

Sebelumnya, Mentan Amran Sulaiman juga menegaskan bahwa kehadiran Saleh Mustafa di Kementerian Pertanian diharapkan dapat meningkatkan kecepatan kerja dalam menjalankan program strategis pertanian. Amran menyebut percepatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan arahan Presiden Prabowo.

Amran menilai keberadaan Wamentan baru akan membuat kerja Kementan semakin optimal. Namun, pembagian tugas secara lebih rinci antara dirinya dan Saleh masih akan dibahas lebih lanjut.

Dengan sinergi tersebut, pemerintah menargetkan pelaksanaan program pertanian dapat bergerak lebih cepat, terutama dalam mendukung agenda swasembada dan kedaulatan pangan nasional.

Penegakan Hukum terhadap Mafia Pangan

Selain peningkatan produksi, Saleh menegaskan pentingnya pembenahan tata kelola pangan dan penegakan hukum terhadap praktik mafia pangan yang berpotensi mengganggu sistem pangan serta merugikan masyarakat.

Menurutnya, pemberantasan mafia pangan harus dilakukan secara tegas melalui proses hukum yang profesional. Namun, setiap tindakan penegakan hukum harus tetap berlandaskan bukti dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Pemberantasan mafia pangan harus mengedepankan penegakan hukum. Jika terbukti melakukan pelanggaran, tentu harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Namun, penindakan juga harus didasarkan pada bukti yang kuat agar proses hukum berjalan secara tepat dan akuntabel,” tegas Saleh.

Saleh menilai pembenahan tata kelola pangan perlu berjalan beriringan dengan peningkatan produksi. Ketersediaan pangan, menurutnya, harus dibangun bersama dengan sistem pangan yang tertata dan memberikan perlindungan terhadap kepentingan petani maupun konsumen.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun sistem pangan yang tidak hanya mengejar peningkatan pasokan, tetapi juga memperkuat tata kelola dan menciptakan fondasi swasembada pangan yang berkelanjutan.

Pengalaman Wakasad Jadi Modal Perkuat Pertanian

Muhammad Saleh Mustafa resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Menteri Pertanian pada 1 Oktober 2026 di Istana Negara. Sebelumnya, Saleh menjabat sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad).

Setelah ditunjuk sebagai Wamentan, Saleh menyatakan dirinya harus meninggalkan jabatan di TNI dan menjalani proses untuk menjadi purnawirawan. Proses tersebut dilakukan seiring dengan penugasan barunya di pemerintahan.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono yang sebelumnya menjabat sebagai Wamentan menilai Saleh bukan sosok baru dalam urusan pertanian. Pengalaman Saleh sebagai Wakasad membuatnya telah memiliki hubungan koordinasi yang erat dengan Kementan dalam agenda swasembada pangan.

Sudaryono menjelaskan, TNI dan Polri selama ini turut terlibat dalam mendukung program swasembada pangan. Dalam kapasitasnya sebagai Wakasad, Saleh disebut aktif berkoordinasi dan menindaklanjuti berbagai urusan pertanian bersama Kementan.

“Dunia pertanian ini juga bukan hal yang baru buat beliau,” ujar Sudaryono, seraya menyebut pengalaman tersebut dapat menjadi modal bagi Saleh dalam menjalankan tugas barunya sebagai Wamentan.

Dorong Swasembada Pangan Berkelanjutan

Pengalaman koordinasi lintas sektor tersebut diharapkan dapat mendukung percepatan pelaksanaan berbagai program strategis pemerintah di bidang pertanian dan pangan. Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, aparat, pelaku usaha, dan petani menjadi bagian penting dalam agenda tersebut.

Kementerian Pertanian saat ini terus mendorong peningkatan produksi dan memperkuat pelaksanaan program swasembada pangan. Kehadiran Wamentan baru menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat kapasitas kerja Kementan sesuai arahan Presiden.

Saleh menegaskan bahwa seluruh pihak perlu menerjemahkan arahan Presiden menjadi pekerjaan konkret di lapangan. Fokus tersebut mencakup peningkatan produksi, pembukaan lahan, kesejahteraan petani, serta pembenahan tata kelola pangan.

Pada saat yang sama, pemerintah juga perlu memastikan penegakan hukum berjalan secara profesional apabila ditemukan pelanggaran dalam rantai pangan. Pendekatan tersebut diarahkan untuk menjaga tata kelola pangan tetap akuntabel dan melindungi kepentingan masyarakat.

Melalui kerja bersama dan pelaksanaan program secara konsisten, Kementerian Pertanian berupaya memperkuat swasembada pangan berkelanjutan sekaligus memperkokoh kedaulatan pangan nasional. Agenda tersebut menempatkan peningkatan produksi dan kesejahteraan petani sebagai bagian yang berjalan beriringan dengan pembenahan tata kelola pangan.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang wamentan saleh mustafa tegaskan komitmen perkuat kedaulatan pangan. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda. Temukan juga artikel-artikel menarik lain seputar pertanian hanya di Senipertanian.com 

Kunjungi Artikel Seni Pertanian Makin Tahu Indonesia

Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Posting Komentar