Sudaryono Resmi Buka NLP dan INDOGRITECH Expo 2026, Ungkap Potensi Ekonomi Rp145 Triliun dari Program MBG

Daftar Isi

Senipertanian.com - Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPN HKTI) yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dr. Sudaryono, B.Eng., M.M., MBA., resmi membuka gelaran Nusantara Livestock & Poultry Expo (NLP) dan Indonesia Agriculture Technology Expo (INDOGRITECH) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Rabu (4/11/2026).

Pembukaan kedua pameran tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dan pengembangan sektor pertanian, peternakan, serta industri pangan nasional. Kegiatan ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, petani, peternak, hingga penyedia teknologi pertanian dan peternakan.

Dalam sambutannya, Sudaryono menyoroti perkembangan ketahanan pangan Indonesia, khususnya keberhasilan mencapai swasembada sejumlah komoditas strategis seperti daging ayam, telur, cabai, dan bawang merah. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah komoditas yang membutuhkan perhatian dan upaya peningkatan produksi dalam negeri, di antaranya susu, daging sapi, daging kerbau, dan bawang putih.

Menurutnya, penguatan sektor pertanian dan peternakan harus dilakukan secara berkelanjutan melalui peningkatan produktivitas, pemanfaatan teknologi, serta keterlibatan aktif petani dan peternak lokal. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga memperkuat kemandirian produksi nasional.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam paparannya adalah keterkaitan antara program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pengembangan ekonomi sektor pertanian dan peternakan. Program tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam menciptakan permintaan bahan pangan yang berkelanjutan sekaligus membuka pasar bagi hasil produksi petani, peternak, dan pelaku usaha pangan lokal.

Dengan target 58 juta penerima manfaat dan alokasi bahan baku sebesar Rp10.000 per porsi, nilai ekonomi yang diperkirakan berputar melalui kebutuhan bahan pangan program MBG mencapai sekitar Rp145 triliun. Besarnya potensi tersebut diharapkan dapat menjadi peluang ekonomi bagi pelaku usaha di berbagai daerah.

MBG Jadi Peluang Ekonomi bagi Petani dan Peternak Lokal

Sudaryono menegaskan bahwa besarnya anggaran dan kebutuhan bahan baku program MBG harus dikelola secara tepat agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya petani dan peternak. Pemerintah juga perlu memastikan peningkatan permintaan bahan pangan tidak menyebabkan gangguan terhadap kestabilan harga di pasar.

“Tantangannya adalah memastikan dana Rp145 triliun ini tidak mendistorsi harga di pasar. Kami berkomitmen untuk membenahi tata kelola agar transparan dan efektif,” ungkapnya.

Untuk memperkuat keterlibatan produsen lokal, pemerintah mendorong pengembangan sistem pengadaan bahan pangan secara daring. Melalui sistem tersebut, dapur penyedia MBG diharapkan dapat melakukan pembelian langsung dari koperasi peternak maupun kelompok produsen, sehingga rantai distribusi menjadi lebih pendek dan peluang pemasaran semakin terbuka.

Upaya tersebut juga diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap rantai perdagangan yang panjang serta memperkuat posisi tawar petani dan peternak. Koperasi diharapkan menjadi salah satu penghubung penting antara produsen bahan pangan dengan kebutuhan dapur penyedia program MBG.

Selain penguatan distribusi, pemerintah turut mendorong peningkatan produksi susu segar dalam negeri. Salah satu kebijakan yang disampaikan adalah substitusi susu bubuk impor dengan minimal 80 persen susu segar domestik. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan kepastian pasar bagi peternak sapi perah sekaligus mendorong pertumbuhan industri persusuan nasional.

Pemerintah juga menargetkan penambahan sebanyak 600 ribu ekor sapi perah indukan hingga tahun 2029. Target tersebut sejalan dengan upaya penguatan produksi susu nasional melalui pengembangan populasi ternak, peningkatan kapasitas peternak, serta penguatan kelembagaan koperasi susu.

Keamanan Pangan dan Kualitas Gizi Menjadi Prioritas

Di samping peluang ekonomi, Sudaryono turut menekankan pentingnya kualitas dan keamanan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat harus berjalan seiring dengan penerapan standar kebersihan, higiene, dan sanitasi dalam proses pengolahan makanan.

Setiap dapur penyedia MBG diwajibkan memenuhi persyaratan higiene dan sanitasi, termasuk memiliki sertifikasi yang sesuai dengan ketentuan. Standar tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan bahan pangan diolah secara aman sebelum didistribusikan kepada para penerima manfaat.

Sudaryono juga menegaskan bahwa dapur yang tidak memenuhi standar keamanan pangan dapat dikenakan tindakan tegas, termasuk penghentian operasional. Hal ini sejalan dengan kebijakan Badan Gizi Nasional yang menempatkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai salah satu persyaratan penting bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Penguatan pengawasan tersebut diperlukan agar pelaksanaan program MBG tidak hanya berorientasi pada jumlah makanan yang disalurkan, tetapi juga memperhatikan kualitas bahan baku, proses pengolahan, kebersihan lingkungan, dan keamanan makanan yang diterima masyarakat.

NLP dan INDOGRITECH Dorong Transformasi Pertanian dan Peternakan

Penyelenggaraan NLP Expo 2026 dan INDOGRITECH Expo 2026 menjadi ruang pertemuan bagi berbagai pelaku industri untuk memperkenalkan inovasi, teknologi, produk, serta peluang kerja sama di sektor pertanian dan peternakan.

Mengusung tema “Shaping a Resilient Food Estate for Indonesia”, NLP Expo 2026 menghadirkan berbagai perkembangan di bidang peternakan, perunggasan, nutrisi ternak, peralatan, teknologi, dan sistem produksi. Sementara itu, INDOGRITECH Expo 2026 menjadi platform untuk memperkenalkan perkembangan teknologi pertanian, alat dan mesin pertanian, smart farming, serta berbagai solusi pendukung produktivitas agribisnis.

Rangkaian kegiatan juga menghadirkan Nusantara AgriFuture Summit sebagai forum diskusi strategis yang mempertemukan para pemangku kepentingan untuk membahas masa depan pertanian dan peternakan berkelanjutan. Selain itu, terdapat Business Matching dan NusaFarm Area yang memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mengenal lebih dekat penerapan teknologi serta integrasi kegiatan pertanian dan peternakan.

Kedua pameran tersebut diselenggarakan pada 4–7 November 2026 di Hall 5 ICE BSD City. Kehadirannya diharapkan dapat memperluas jejaring bisnis, membuka peluang investasi, memperkuat pertukaran pengetahuan, serta mendorong pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan daya saing sektor pertanian dan peternakan Indonesia.

Menutup paparannya, Sudaryono menegaskan bahwa komitmennya terhadap sektor pertanian tetap menjadi bagian dari dirinya, meskipun saat ini mengemban tanggung jawab di bidang pemenuhan gizi nasional.

“Dimanapun saya berada, saya tetap insan pertanian,” ungkap Sudaryono.

Melalui penyelenggaraan NLP dan INDOGRITECH Expo 2026, kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, petani, peternak, koperasi, dan penyedia teknologi diharapkan semakin kuat. Sinergi tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam membangun ekosistem pangan nasional yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang sudaryono resmi buka nlp dan indogritech expo2026. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda. Temukan juga artikel-artikel menarik lain seputar pertanian hanya di Senipertanian.com 

Kunjungi Artikel Seni Pertanian Makin Tahu Indonesia

Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Hubungi: Admin Seni Pertanian

Posting Komentar