Tubaba Art Festival #10 Hadir 7 November 2026, Dimeriahkan Voice of Baceprot dan Namoy Budaya
Mengusung tema “Tatapan Baru: Tindakan Baru”, Tubaba Art Festival #10 menjadi ruang pertemuan bagi seniman, masyarakat, komunitas kreatif, serta berbagai kalangan untuk merayakan keberagaman ekspresi seni dan kebudayaan. Festival ini tidak hanya menghadirkan pertunjukan, tetapi juga membawa semangat untuk membangun kesadaran baru melalui seni dan kreativitas.
Salah satu daya tarik yang dinantikan dalam penyelenggaraan tahun ini adalah kehadiran grup musik rock asal Indonesia, Voice of Baceprot (VoB). Grup musik yang dikenal melalui kiprahnya di panggung internasional tersebut akan menjadi salah satu penampil dalam rangkaian festival.
Selain Voice of Baceprot, Namoy Budaya juga turut memeriahkan perhelatan seni dan budaya tersebut. Kehadiran para penampil ini diharapkan memberikan warna tersendiri sekaligus mempertemukan beragam ekspresi musik dan kebudayaan dalam satu panggung.
Tubaba Art Festival #10 menjadi momentum penting karena menandai perjalanan sepuluh tahun penyelenggaraan festival yang tumbuh dari inisiatif kebudayaan dan partisipasi masyarakat. Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2016, TAF terus berkembang menjadi ruang apresiasi, pembelajaran, dan kolaborasi bagi seniman lokal maupun nasional.
Melalui penyelenggaraan satu dekade ini, Tubaba ingin memperkuat identitas daerah sebagai ruang tumbuhnya seni, pendidikan, kebudayaan, dan ekonomi kreatif berbasis masyarakat.
Sepuluh Tahun Membangun Ekosistem Seni dan Budaya
Selama perjalanannya, Tubaba Art Festival tidak hanya berorientasi pada pertunjukan hiburan. Festival ini dibangun sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem kebudayaan melalui keterlibatan masyarakat, pendidikan seni, serta penciptaan karya yang berangkat dari tradisi, sejarah, dan kehidupan sehari-hari masyarakat Tubaba.
Salah satu kekuatan penyelenggaraan TAF adalah keterlibatan Sekolah Seni Tubaba yang memberikan ruang pendidikan dan pengembangan kreativitas bagi anak-anak serta generasi muda. Melalui proses pembelajaran seni, peserta didik mendapatkan kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai bidang, mulai dari musik, tari, teater, hingga seni rupa.
Hasil dari proses pembelajaran tersebut kemudian mendapatkan ruang untuk dipresentasikan kepada masyarakat melalui festival. Dengan demikian, Tubaba Art Festival menjadi wadah yang mempertemukan proses pendidikan, penciptaan karya, dan apresiasi publik.
Dalam penyelenggaraan tahun ini, terdapat tiga program utama yang menjadi bagian dari konsep festival, yakni Perayaan Kesadaran, Residensi Pulang ke Masa Depan, dan Instalasi Ruang Publik.
Program Perayaan Kesadaran menghadirkan proses pelatihan intensif dengan pendekatan pedagogi emansipatif bagi peserta didik berusia 7–18 tahun. Melalui program tersebut, peserta mengembangkan karya berupa teater musikal, tari, musik, serta pameran seni rupa.
Sementara itu, Residensi Pulang ke Masa Depan menjadi ruang bagi seniman dari berbagai daerah di Indonesia untuk melakukan riset, berkolaborasi dengan masyarakat, dan menghasilkan karya. Adapun Instalasi Ruang Publik menghadirkan karya instalasi yang dikerjakan secara kolaboratif oleh para arsitek dari berbagai wilayah di Indonesia.
Mendapat Apresiasi Kementerian Ekonomi Kreatif
Penyelenggaraan Tubaba Art Festival #10 juga mendapat perhatian dari Kementerian Ekonomi Kreatif. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menyambut positif pelaksanaan festival tersebut saat menerima audiensi penyelenggara di Jakarta pada 8 Oktober 2026.
Menurut Irene, festival yang tumbuh dari kekuatan komunitas daerah memiliki peran penting dalam membuka ruang interaksi, kolaborasi, serta memperkenalkan karya-karya kreatif kepada masyarakat yang lebih luas.
Ia juga menilai Tubaba Art Festival memiliki potensi untuk mempertemukan berbagai sektor, mulai dari seni, pendidikan, pariwisata, arsitektur, hingga ekonomi kreatif. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi potensi lokal dan masyarakat.
Direktur Sekolah Seni Tubaba, Semi Ikra Anggara, menjelaskan bahwa festival ini bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebudayaan melalui seni, memperkuat ekosistem kebudayaan daerah secara berkelanjutan, serta memberikan ruang pendidikan karakter berbasis seni.
Selain itu, penyelenggaraan TAF juga diarahkan untuk memperkuat Tubaba sebagai destinasi pariwisata berbasis nilai-nilai kebudayaan sekaligus menghubungkan pelaku ekonomi kreatif dan UMKM dengan pasar yang lebih luas.
Kehadiran berbagai program seni, pertunjukan, pameran, dan aktivitas kreatif diharapkan mampu memperluas keterlibatan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis potensi daerah.
Ruang Kolaborasi Seni, Pariwisata, dan UMKM
Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat turut mematangkan persiapan penyelenggaraan Tubaba Art Festival #10 melalui koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), Sekolah Seni Tubaba, serta berbagai pihak terkait.
Dalam persiapan tersebut, pemanfaatan kawasan festival dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang beragam bagi pengunjung. Area depan akan dimanfaatkan sebagai Pasar Jenama yang melibatkan pelaku UMKM dengan produk kuliner, kriya, dan fesyen.
Sementara itu, kawasan rumah-rumah tradisional hingga panggung teras belakang akan dimanfaatkan untuk pameran seni rupa, ruang diskusi, serta pertunjukan seni. Pengunjung juga akan mendapatkan kesempatan untuk mengenal karya-karya seni melalui kegiatan gallery tour.
Pameran seni rupa dan karya Data Art hasil riset Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi bagian dari aktivitas apresiasi dan edukasi yang ditujukan untuk memperluas wawasan masyarakat, khususnya generasi muda.
Melalui konsep tersebut, festival diharapkan tidak hanya memberikan ruang bagi seniman untuk menampilkan karya, tetapi juga membuka peluang promosi bagi pelaku UMKM serta memperkuat hubungan antara seni, pariwisata, dan ekonomi masyarakat.
Dengan melibatkan berbagai unsur, Tubaba Art Festival menjadi salah satu contoh bagaimana kegiatan kebudayaan dapat dikembangkan sebagai ruang kolaborasi lintas sektor yang berangkat dari potensi daerah.
Menjadi Momentum Perayaan Satu Dekade Tubaba Art Festival
Memasuki tahun kesepuluh, Tubaba Art Festival menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan pembangunan ekosistem seni dan kebudayaan di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Festival ini memperlihatkan bahwa seni dapat menjadi bagian penting dalam pendidikan, pembentukan karakter, penguatan identitas daerah, hingga pengembangan potensi ekonomi kreatif.
Kehadiran Voice of Baceprot dan Namoy Budaya diharapkan semakin menarik perhatian masyarakat untuk datang dan menyaksikan berbagai rangkaian kegiatan yang disiapkan. Perpaduan pertunjukan musik, pameran, pendidikan seni, dan aktivitas komunitas menjadi daya tarik tersendiri dalam perayaan satu dekade tersebut.
Tubaba Art Festival #10 dijadwalkan berlangsung pada 7 November 2026 dan terbuka untuk masyarakat. Melalui tema “Tatapan Baru: Tindakan Baru”, festival ini mengajak masyarakat untuk melihat kebudayaan dari sudut pandang yang lebih luas serta menerjemahkannya menjadi tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih dari sekadar perhelatan seni, Tubaba Art Festival diharapkan terus menjadi ruang tumbuhnya kreativitas, regenerasi seniman, pelestarian budaya, serta penguatan identitas Kabupaten Tulang Bawang Barat di tingkat nasional maupun internasional.
Demikianlah artikel ini yang membahas tentang Tubaba art festival #10 hadir 7 november2026. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda. Temukan juga artikel-artikel menarik lain seputar pertanian hanya di Senipertanian.com
Kunjungi Artikel Seni Pertanian Makin Tahu Indonesia
Redaksi dan Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Admin Seni Pertanian

Posting Komentar