powered by :

24 UMKM Terpilih Ikuti Capacity Building UMKM Lampung Go Export 2026 untuk Menembus Pasar Dunia

Senipertanian.com - Dalam upaya berkelanjutan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif serta memperluas penetrasi produk lokal ke kancah internasional, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Lampung bersinergi dengan Akademi Mudah Ekspor menggelar program pelatihan intensif berskala nasional bertajuk Capacity Building: UMKM Lampung Go Export. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari penuh, mulai dari tanggal 17 hingga 19 Juni 2026, dilaksanakan secara eksklusif di Ballroom Azana Hotel, Bandar Lampung.

Pelatihan ini diikuti oleh puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan unggulan KPw BI Provinsi Lampung yang telah melewati proses kurasi ketat. Program ini dirancang sebagai jawaban konkret atas berbagai hambatan yang kerap dihadapi oleh para pelaku usaha daerah, seperti keterbatasan akses informasi pasar global, regulasi kepabeanan, pemetaan target negara, hingga standarisasi produk internasional.

Hadir sebagai narasumber utama dalam agenda tersebut adalah para pendiri Akademi Mudah Ekspor yang telah malang melintang di dunia perdagangan internasional, yakni Fernanda Reza Muhammad, M.M. dan Zahra Margautami, S.T., M.M., serta didampingi oleh mentor ahli ekspor senior, Pekik Warnendya.

Hari Pertama: Fondasi Pola Pikir Ekspor dan Pemahaman Regulasi Kepabeanan

Rangkaian acara diawali pada Rabu, 17 Juni 2026, dengan proses registrasi dan pembukaan resmi oleh Master of Ceremonies (MC) dari Bank Indonesia. Acara dilanjutkan dengan sambutan hangat dari Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, yang menegaskan pentingnya UMKM bertransformasi menjadi motor penggerak ekspor guna memperkuat cadangan devisa dan ketahanan ekonomi regional.

Memasuki sesi inti, mentor Pekik Warnendya langsung menggebrak dengan materi krusial mengenai "Mindset UMKM Go Export & Reality" serta "Export Success Formula". Pada sesi ini, peserta diajak untuk membongkar mitos-mitos keliru tentang ekspor dan membangun mentalitas global yang tangguh. Sesi berlanjut hingga siang hari dengan pembahasan mendalam mengenai "Export Product Readiness & Global Standard" serta strategi taktis dalam memilih negara tujuan ekspor yang paling potensial.

Selepas istirahat, sholat, dan makan siang (ISHOMA), fokus pelatihan beralih pada aspek legalitas formal. Menghadirkan narasumber ahli dari pihak Bea Cukai, para peserta dibekali pengetahuan komprehensif mengenai Prosedur dan Regulasi Ekspor, tata cara kepabeanan, serta dokumen-dokumen wajib yang harus dipenuhi oleh eksportir.

Sesi sore di hari pertama diisi oleh Fernanda Reza Muhammad, M.M., yang membedah "Global Market Landscape and Opportunity" guna menggali potensi keunggulan komoditas daerah Lampung. Peserta diajarkan untuk mengenali jenis-jenis buyer internasional, mulai dari importir, distributor, wholesaler, hingga retailer. Hari pertama ditutup dengan materi yang sangat relevan di era modern, yaitu Strategi Pemberdayaan & SDGs (Sustainable Development Goals), yang mengajarkan bagaimana isu lingkungan dan sosial dapat dikemas menjadi selling point bernilai tinggi di pasar global.

Hari Kedua: Formulasi Harga Internasional dan Penguatan Proposisi Nilai Produk

Pada Kamis, 18 Juni 2026, pelatihan memasuki ranah teknis finansial dan pemasaran strategisFernanda Reza Muhammad, M.M. kembali memimpin kelas dengan membedah materi "Export Pricing, Costing & Incoterms". Pada sesi ini, para pelaku UMKM Lampung diajarkan secara mendetail cara menghitung harga jual ekspor yang aman namun tetap kompetitif di pasar dunia, lengkap dengan pemahaman terminologi perdagangan internasional (Incoterms). Dilanjutkan kemudian dengan materi "Export Payment & Risk Management" untuk memitigasi risiko gagal bayar dalam transaksi internasional.

Menjelang siang, Pekik Warnendya mengambil alih kelas untuk memberikan strategi pemasaran melalui materi "Export Marketing Strategy" serta "Buyer Intelligence & Prospecting Strategy". Sesi ini membekali UMKM dengan kemampuan melakukan riset digital secara mandiri untuk melacak, mengidentifikasi, dan memverifikasi calon pembeli di luar negeri.

Paruh akhir hari kedua diisi oleh Zahra Margautami, S.T., M.M. dengan topik berskala makro: "Export Value Proposition", Diferensiasi vs Kompetitor Global, serta "Product-Market Fit". Zahra menekankan pentingnya UMKM memiliki alasan kuat mengapa buyer harus memilih produk mereka. Melalui metode benchmark produk global, peserta diajak membedah kelemahan dan kelebihan produk mereka sendiri di mata dunia.

Hari Ketiga: Strategi Negosiasi dan Puncak Simulasi Business Matching

Hari terakhir, Jumat, 19 Juni 2026, menjadi fase krusial di mana teori-teori yang didapat mulai diimplementasikan secara nyata. Sesi pagi dibuka oleh Fernanda Reza Muhammad, M.M. dengan materi "Strategi Komunikasi dan Negosiasi Bisnis Ekspor" serta strategi mencapai kesepakatan (deal) kerja sama jangka panjang dengan buyer.

Pasca ibadah sholat Jumat dan makan siang, Zahra Margautami, S.T., M.M. memandu para peserta untuk menentukan "Hero Product"—yaitu mengurasi dari sekian banyak produk yang dimiliki UMKM untuk memilih satu produk paling fokus dan paling siap tempur di pasar global. Sesi berlanjut pada praktik langsung melakukan tindakan outreach (menghubungi calon buyer), penyusunan Action Plan 90 Hari, serta strategi membangun tim operasional ekspor internal (Build Tim).

Puncak dari seluruh rangkaian Capacity Building ini ditutup dengan Simulasi Business Matching. Dalam simulasi interaktif ini, atmosfer berubah menyerupai pameran dagang internasional sesungguhnya. Para pelaku UMKM Lampung secara bergantian melakukan pitching bisnis di hadapan para mentor (Fernanda Reza, Zahra Margautami, dan Pekik Warnendya) yang berperan langsung sebagai buyer asing agresif. Setiap UMKM diuji kemampuan presentasi, penguasaan produk, serta ketahanan mental dalam bernegosiasi harga, sebelum akhirnya mendapatkan feedback tertulis dan evaluasi langsung di tempat.

Sinergi dan Komitmen Keberlanjutan

Kegiatan pelatihan intensif ini ditutup secara resmi oleh KPw BI Provinsi Lampung pada Jumat sore. Kebahagiaan dan kelegaan terpancar jelas dari seluruh wajah peserta, narasumber, dan panitia saat melakukan sesi foto bersama sembari menunjukkan produk-produk unggulan mereka yang siap mendunia.

Dalam pernyataan penutupnya, Fernanda Reza Muhammad, M.M. mengapresiasi langkah progresif Bank Indonesia Lampung"Potensi komoditas olahan pangan, kerajinan, dan perkebunan dari Lampung ini memiliki keunikan tersendiri. Kami bangga dapat bermitra dengan BI Lampung untuk mentransfer ilmu praktis ekspor ini. Kami optimis, dengan Action Plan 90 Hari yang sudah disusun, dalam waktu dekat akan lahir eksportir-eksportir baru dari bumi Lampung," tuturnya optimistis.

Melalui rilis pers ini, Bank Indonesia bersama Akademi Mudah Ekspor berkomitmen untuk tidak melepaskan peserta begitu saja. Pihak penyelenggara telah menyiapkan program monitoring pasca-pelatihan guna mengawal dan memfasilitasi komunikasi para alumni dengan jaringan buyer internasional, hingga target ekspor perdana dapat terealisasi secara nyata dalam waktu dekat.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang umkm lampung go export. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda. Temukan juga artikel-artikel menarik lain seputar pertanian hanya di Senipertanian.com

Kunjungi Artikel Seni Pertanian Makin Tahu Indonesia

Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Belum ada Komentar untuk "24 UMKM Terpilih Ikuti Capacity Building UMKM Lampung Go Export 2026 untuk Menembus Pasar Dunia"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel