powered by :

UMKM Lampung Si Bintang Buah Siap Tembus Pasar Ekspor Taiwan


Senipertanian.com - Kabar membanggakan datang dari sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Lampung. Si Bintang Buah, pelaku usaha makanan dan minuman olahan asal Lampung yang dikenal melalui produk keripik pisangnya, semakin membuka peluang untuk menembus pasar internasional, termasuk Taiwan.

Langkah menuju pasar global tersebut menjadi bagian dari keikutsertaan Si Bintang Buah dalam Business Matching Ekspor Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, 20–23 Agustus 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Si Bintang Buah menjadi salah satu dari tujuh UMKM binaan dan mitra Bank Indonesia Lampung yang masuk dalam agenda Business Matching Ekspor. Selain Si Bintang Buah, terdapat Banabee, Rafins Snack, Mr. Zian Coffee, Ghalkoff, Dr. Koffie, dan PT Aneka Coklat Kakoa (Krakakoa). Produk yang dibawa UMKM Lampung mencakup keripik pisang, keripik kulit ikan, kopi, hingga cokelat.

Dari Produk Lokal Menuju Pasar Global

Keikutsertaan Si Bintang Buah dalam business matching menjadi momentum penting untuk memperkenalkan produk olahan khas Lampung kepada calon pembeli dan mitra bisnis internasional.

Keripik pisang yang selama ini identik sebagai salah satu produk oleh-oleh khas Lampung memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk berorientasi ekspor. Dengan penguatan kualitas, kemasan, kapasitas produksi, legalitas, serta pemenuhan standar pasar tujuan, produk UMKM Lampung diharapkan semakin mampu bersaing di pasar global.

Peluang menuju Taiwan menjadi salah satu langkah strategis bagi Si Bintang Buah dalam memperluas pasar. Bagi pelaku UMKM, proses ekspor bukan hanya mengenai mengirim produk ke luar negeri, tetapi juga membangun kepercayaan buyer, memastikan konsistensi kualitas, memenuhi persyaratan perdagangan, dan menjaga keberlanjutan pasokan.

Tampil di Karya Kreatif Indonesia 2026

KKI 2026 yang digelar Bank Indonesia mengangkat tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing” dengan semangat “Beudaya MeusareSare”, yang bermakna berdaya dan bersama-sama.

Bank Indonesia menyebut KKI 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi produk UMKM, tetapi juga menjadi platform pengembangan kewirausahaan dan ekosistem bisnis secara terintegrasi. Salah satu rangkaian pentingnya adalah Business Matching dan Sinergi PINISI, termasuk fasilitasi temu pembeli internasional untuk memperluas pasar ekspor.

Pada KKI 2026, lebih dari 550 UMKM mengikuti pameran secara luring, sementara lebih dari 1.300 UMKM berpartisipasi melalui platform daring. Kegiatan ini juga menghadirkan 44 rangkaian kegiatan, termasuk business matching ekspor, pembiayaan, dan penguatan value chain.

Bagi Si Bintang Buah, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk membawa produk khas Lampung dari pasar domestik menuju pasar internasional.

Bukan Sekadar Keripik Pisang

Perjalanan Si Bintang Buah menunjukkan bahwa produk sederhana berbasis komoditas lokal dapat memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi ketika dikembangkan secara serius.

Keripik pisang tidak lagi hanya dipandang sebagai camilan atau oleh-oleh daerah. Dengan inovasi produk, pengemasan yang menarik, branding yang kuat, serta kesiapan memenuhi standar pasar ekspor, produk tersebut dapat menjadi bagian dari rantai perdagangan internasional.

Sebelumnya, Si Bintang Buah juga dikenal menjalankan inovasi pengolahan pangan berbasis pisang. Bersama Universitas Malahayati, UMKM ini terlibat dalam pengembangan produk inovatif berbahan kulit pisang dan daun kelor melalui produk KUPIDOR. Hal tersebut menunjukkan adanya upaya diversifikasi dan peningkatan nilai tambah bahan baku lokal.

Membawa Nama Lampung ke Taiwan

Peluang pasar Taiwan menjadi tantangan sekaligus kesempatan baru bagi Si Bintang Buah. Jika proses penjajakan bisnis berlanjut hingga terealisasi menjadi transaksi ekspor, produk keripik pisang asal Lampung akan semakin dekat dengan konsumen internasional.

Kehadiran Si Bintang Buah dalam Business Matching Ekspor juga menjadi bukti bahwa UMKM daerah memiliki kesempatan untuk masuk ke ekosistem perdagangan global ketika mendapatkan pendampingan, akses pasar, dan jejaring bisnis yang tepat.

Bank Indonesia sendiri menargetkan business matching ekspor dan omzet dalam rangkaian KKI 2026 mencapai Rp446,9 miliar, yang menunjukkan besarnya perhatian terhadap pengembangan akses pasar UMKM.

Dengan semangat “Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”, Si Bintang Buah kini tidak hanya membawa keripik pisang sebagai produk unggulan, tetapi juga membawa cerita tentang potensi komoditas lokal Lampung menuju panggung perdagangan internasional.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang umkm lampung si bintang buah siap tembus pasar eksporSemoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda. Temukan juga artikel-artikel menarik lain seputar pertanian hanya di Senipertanian.com

Kunjungi Artikel Seni Pertanian Makin Tahu Indonesia

Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Belum ada Komentar untuk "UMKM Lampung Si Bintang Buah Siap Tembus Pasar Ekspor Taiwan"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel