Akademi Mudah Ekspor Fasilitasi Business Pitching Bersama ATDAG Cairo, Dorong UMKM Lampung Tembus Pasar Mesir


Senipertanian.com - Akademi Mudah Ekspor kembali mengambil peran dalam mendorong penguatan kapasitas dan perluasan pasar internasional bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui kegiatan Business Pitching Bersama ATDAG Cairo dalam rangkaian program UMKM Lampung Go Export 2026.

Kegiatan business pitching tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa, 1 September 2026, pukul 15.00–16.00 WIB. Forum ini menjadi ruang bagi pelaku UMKM Lampung untuk memperkenalkan produk, menyampaikan potensi bisnis, serta memperoleh masukan mengenai peluang pengembangan pasar ekspor, khususnya menuju Mesir dan kawasan Timur Tengah.

Dalam kegiatan tersebut, Akademi Mudah Ekspor berperan dalam memfasilitasi jalannya sesi business pitching sekaligus memberikan ruang kepada sejumlah UMKM Lampung untuk mempresentasikan produk unggulan mereka secara langsung kepada pihak terkait.

Kegiatan ini menghadirkan Pak Reza, Founder Akademi Mudah Ekspor, sebagai moderator, serta Alfina Iswahyuni, perwakilan ATDAG Cairo, sebagai narasumber yang memberikan tanggapan, masukan, dan perspektif terkait peluang produk UMKM Lampung di pasar Mesir.

10 UMKM Lampung Ikuti Sesi Business Pitching

Berdasarkan agenda kegiatan, terdapat 10 pelaku UMKM Lampung yang mendapatkan kesempatan untuk melakukan presentasi produk. Setiap peserta diberikan waktu sekitar dua menit untuk menyampaikan profil usaha dan produk, kemudian dilanjutkan dengan sesi feedback selama tiga menit.

Adapun peserta yang mengikuti Business Pitching Bersama ATDAG Cairo antara lain:

  1. Ghalkoff — Siti Ghalika Permata Suri Almega
    Produk: Arabika dan Robusta
  2. Kopi Naire Lampung — Masrullon
    Produk: Kopi Robusta
  3. ENNIA JAYA — Naufal Fida Akbar
    Produk: Enna Jaya Keripik Pisang
  4. Nyomil Kress — Agy Umbara
    Produk: Keripik Jamur Crispy
  5. PT Klumbayan Gold Farm — Arif Rachman, SE., M.Bus
    Produk: Lada hitam, bunga pala, dan kakao fermentasi
  6. Kopi Nangya — Aan Pirta Wijaya
    Produk: Arabika, Robusta, dan Liberika
  7. VINNILYSCARVES — Dr. Finny Ligery, S.E., M.M.
    Produk: Hijab Polos, Hijab Motif, dan Inner Hijab
  8. Rafinsnacks — Muhammad Ravie
    Produk: Keripik Kulit Ikan, Keripik Kentang, dan Keripik Pisang
  9. PT. Drcroffie Jaya Abadi — Otin
    Produk: Coffee
  10. Banabee — Andriyanto
    Produk: Stik Pisang Muli dan Keripik Pisang Gula Aren

Keberagaman produk tersebut menunjukkan bahwa UMKM Lampung memiliki potensi komoditas yang cukup luas untuk dikembangkan menjadi produk berorientasi ekspor, mulai dari kopi, olahan pisang, produk pertanian, rempah-rempah, kakao, produk fesyen, hingga makanan ringan.

Jalannya kegiatan business pitching dipandu oleh Fernanda Reza Muhammad selaku Founder Akademi Mudah Ekspor sebagai moderator.

Sebagai pendamping dan fasilitator UMKM menuju pasar ekspor, Reza mengarahkan jalannya presentasi agar setiap peserta dapat menyampaikan informasi utama mengenai usaha dan produknya secara singkat, jelas, dan terarah.

Sesi tersebut juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk belajar bagaimana menyampaikan value proposition, keunggulan produk, kapasitas produksi, kesiapan ekspor, serta potensi kerja sama kepada calon mitra maupun buyer internasional.

Peran moderator tidak hanya menjaga alur acara, tetapi juga membantu menciptakan suasana business pitching yang efektif sehingga setiap UMKM memperoleh kesempatan yang sama untuk memperkenalkan produknya.

Sementara itu, Olvy Andrianita  selaku perwakilan ATDAG Cairo hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut.

Kehadiran Olvy memberikan perspektif dari sisi pasar dan jaringan perdagangan di Mesir. Sesi feedback menjadi bagian penting bagi peserta karena UMKM dapat memperoleh gambaran mengenai bagaimana produk mereka dapat dikembangkan dan diposisikan untuk menjangkau pasar internasional.

Masukan dari perwakilan ATDAG Cairo juga menjadi pembelajaran bagi para pelaku UMKM agar lebih memahami bahwa memasuki pasar ekspor membutuhkan kesiapan yang menyeluruh, bukan hanya produk yang berkualitas.

Mulai dari kualitas dan konsistensi produk, kapasitas produksi, kemasan, legalitas, sertifikasi, harga yang kompetitif, hingga kemampuan memenuhi spesifikasi dan kebutuhan buyer menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

Business Pitching Menjadi Langkah Awal Penjajakan Pasar Ekspor

Business pitching bukan sekadar kegiatan memperkenalkan produk. Bagi pelaku UMKM, kesempatan tersebut menjadi momentum untuk melatih kemampuan menyampaikan value proposition, keunggulan produk, kapasitas produksi, kesiapan ekspor, serta potensi kerja sama kepada calon mitra atau buyer internasional.

Melalui forum seperti ini, pelaku UMKM juga dapat memahami bahwa pasar ekspor membutuhkan kesiapan yang lebih komprehensif.

Tidak hanya dari sisi kualitas produk, tetapi juga konsistensi produksi, kapasitas pasokan, kemasan, legalitas, sertifikasi, harga yang kompetitif, kemampuan memenuhi spesifikasi buyer, serta kesiapan dalam memenuhi standar pasar tujuan.

Akademi Mudah Ekspor melihat kegiatan tersebut sebagai bagian penting dalam membangun ekosistem UMKM yang semakin siap menghadapi pasar global.

Akademi Mudah Ekspor Dorong UMKM Naik Kelas

Kehadiran Akademi Mudah Ekspor dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pelaku usaha agar tidak hanya berorientasi pada pasar domestik, tetapi mulai membangun perspektif dan strategi menuju pasar internasional.

Melalui peran Pak Reza sebagai Founder Akademi Mudah Ekspor, kegiatan diarahkan agar UMKM mendapatkan pengalaman langsung melakukan pitching secara profesional.

Pendekatan tersebut dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada UMKM untuk berlatih melakukan pitching, memahami karakter calon pasar, mendapatkan feedback, serta membuka peluang komunikasi dengan jaringan perdagangan internasional.

Model pendampingan seperti ini penting karena banyak UMKM sebenarnya memiliki produk yang potensial, namun masih menghadapi tantangan dalam menyusun profil usaha, menentukan positioning produk, menghitung harga ekspor, melakukan komunikasi bisnis, hingga mempresentasikan produknya kepada calon buyer secara profesional.

Peluang Pasar Mesir bagi Produk Indonesia

Mesir menjadi salah satu pasar yang menarik untuk dijajaki oleh pelaku usaha Indonesia. Dengan jumlah penduduk yang besar dan posisi strategis sebagai salah satu pintu masuk perdagangan di kawasan Afrika dan Timur Tengah, pasar Mesir memiliki potensi bagi berbagai produk Indonesia.

Komoditas seperti kopi, makanan olahan, rempah-rempah, produk pertanian, produk halal, makanan ringan, serta berbagai produk kreatif berpotensi dikembangkan melalui pendekatan pasar yang tepat.

Namun demikian, peluang tersebut perlu diikuti dengan kesiapan UMKM dalam memenuhi kebutuhan pasar tujuan. Karena itu, forum business pitching menjadi penting sebagai tahapan awal untuk mempertemukan potensi produk UMKM dengan informasi dan perspektif pasar internasional.

Dari Pitching Menuju Business Matching

Kegiatan Business Pitching Bersama ATDAG Cairo diharapkan tidak berhenti pada presentasi singkat.

Akademi Mudah Ekspor mendorong agar momentum tersebut dapat dilanjutkan ke tahap yang lebih konkret berupa business matching, komunikasi lanjutan dengan calon buyer, permintaan sampel, negosiasi, hingga transaksi ekspor.

Bagi UMKM, proses tersebut menjadi kesempatan untuk menguji daya saing produk secara langsung di pasar internasional sekaligus mendapatkan pengalaman dalam menjalankan komunikasi bisnis lintas negara.

Sementara bagi ekosistem UMKM Lampung, kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk memperkuat positioning Lampung sebagai daerah yang memiliki produk unggulan dan pelaku usaha yang memiliki kemampuan untuk berkembang menuju pasar ekspor.

UMKM Lampung Harus Berani Masuk Pasar Global

Program UMKM Lampung Go Export 2026 menjadi momentum penting untuk membangun keberanian pelaku usaha daerah dalam melihat pasar internasional sebagai peluang pertumbuhan bisnis.

Kolaborasi antara pelaku UMKM, pendamping ekspor, pemerintah, lembaga perdagangan, serta jaringan buyer internasional diharapkan dapat menciptakan ekosistem ekspor yang berkelanjutan.

Akademi Mudah Ekspor menilai bahwa keberhasilan ekspor tidak dapat dibangun secara instan. Dibutuhkan proses mulai dari edukasi, peningkatan kualitas produk, pembenahan legalitas dan kemasan, peningkatan kapasitas produksi, latihan pitching, penjajakan buyer, business matching hingga transaksi dan repeat order.

Karena itu, Business Pitching Bersama ATDAG Cairo menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan tersebut.

Membuka Jalan Produk Lokal Menuju Dunia

Melalui kegiatan ini, Akademi Mudah Ekspor kembali menegaskan pentingnya memberikan akses dan kesempatan kepada UMKM untuk bertemu dengan jaringan pasar internasional.

Sepuluh UMKM yang mengikuti pitching membawa produk dan karakter usaha yang berbeda. Namun, semuanya memiliki tujuan yang sama, yakni membuka peluang lebih luas bagi produk Indonesia untuk dikenal dan diterima di pasar global.

Kehadiran Pak Reza, Founder Akademi Mudah Ekspor sebagai moderator, serta Olvy Andrianita, perwakilan ATDAG Cairo sebagai narasumber, menjadi bagian penting dalam memberikan pengalaman dan perspektif internasional kepada para peserta.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus diperluas dengan menghadirkan lebih banyak UMKM potensial, calon buyer internasional, perwakilan perdagangan, serta mitra strategis lainnya.

Akademi Mudah Ekspor percaya bahwa produk lokal tidak hanya mampu bersaing di pasar Indonesia, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari rantai perdagangan global.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang akademi mudah ekspor fasilitasi business pitching bersama atdag cairo. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda. Temukan juga artikel-artikel menarik lain seputar pertanian hanya di Senipertanian.com

Kunjungi Artikel Seni Pertanian Makin Tahu Indonesia

Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Belum ada Komentar untuk "Akademi Mudah Ekspor Fasilitasi Business Pitching Bersama ATDAG Cairo, Dorong UMKM Lampung Tembus Pasar Mesir"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel