BRI Raih Penghargaan Niaga Werdhitama, Komitmen Dorong UMKM Go Global
Minggu, 06 September 2026
Tulis Komentar
Senipertanin.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali mendapatkan apresiasi atas komitmennya dalam mendukung pengembangan dan peningkatan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program pendampingan, pelatihan, peningkatan kompetensi, hingga pembukaan akses pasar bagi pelaku UMKM. Upaya tersebut mengantarkan BRI meraih Penghargaan Niaga Werdhitama kategori Industry Trade Development Partner dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan (BPSDM Perdagangan) Kementerian Perdagangan.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi dan kemitraan BRI dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang perdagangan, khususnya melalui kolaborasi penyelenggaraan pelatihan, peningkatan kompetensi pelaku usaha, serta dukungan terhadap pengembangan dan promosi ekspor.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian kegiatan peluncuran Trade Corporate University dan Cetak Biru Pengembangan SDM Perdagangan Menuju Indonesia Emas 2045 yang berlangsung di Auditorium Gedung Utama Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Rabu, 2 September 2026.
BRI Perkuat Peran dalam Pengembangan UMKM
Corporate Secretary BRI, Dhanny, yang hadir langsung menerima penghargaan tersebut menyampaikan bahwa apresiasi yang diberikan menjadi penguatan bagi BRI untuk terus mengambil peran dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas pelaku UMKM.
Menurutnya, pengembangan UMKM tidak cukup hanya dilakukan melalui penyediaan akses pembiayaan. Pelaku usaha juga membutuhkan penguatan kemampuan dan pengetahuan agar mampu menghadapi perubahan, meningkatkan daya saing, serta memperluas pasar.
Dengan demikian, pengembangan UMKM perlu dilakukan secara lebih menyeluruh, mulai dari akses pembiayaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pendampingan usaha, hingga pembukaan akses terhadap pasar yang lebih luas.
Pendekatan tersebut menjadi semakin penting ketika UMKM mulai diarahkan untuk tidak hanya mengandalkan pasar domestik, tetapi juga mampu melihat peluang di pasar internasional.
Komitmen BRI terhadap pengembangan UMKM juga dijalankan melalui BRI Peduli, yang menjadi payung program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.
Melalui berbagai program tersebut, BRI menjalankan sejumlah inisiatif yang berorientasi pada peningkatan kapasitas pelaku UMKM, pendampingan, pengembangan kompetensi, serta perluasan akses pasar.
Program-program tersebut diarahkan untuk membantu pelaku usaha memperkuat fondasi bisnis sekaligus meningkatkan kemampuan dalam menghadapi persaingan yang semakin kompetitif.
Bagi UMKM, peningkatan kapasitas menjadi bagian penting dalam proses naik kelas. Produk yang memiliki potensi pasar perlu didukung dengan kemampuan manajemen, pemahaman pasar, kualitas produk, pengemasan, branding, serta pemahaman mengenai regulasi perdagangan.
Karena itu, penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu aspek penting dalam membangun UMKM yang lebih siap berkembang secara berkelanjutan.
Program Pelatihan Ekspor BRI Peduli
Salah satu bentuk konkret dukungan tersebut diwujudkan melalui Program Pelatihan Ekspor BRI Peduli.
Program ini ditujukan untuk membantu pelaku UMKM memahami tahapan dan strategi dalam memulai kegiatan ekspor. Selain memberikan pengetahuan mengenai proses ekspor, pelatihan juga diarahkan untuk meningkatkan kesiapan produk dan kapasitas usaha agar mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional.
Materi yang diberikan mencakup berbagai aspek penting dalam kegiatan ekspor.
Di antaranya adalah strategi ekspor, regulasi perdagangan internasional, penyusunan dokumen ekspor, riset pasar global, serta pengemasan dan branding produk yang sesuai dengan standar internasional.
Pengetahuan tersebut menjadi penting karena memasuki pasar global membutuhkan kesiapan yang berbeda dibandingkan dengan hanya berjualan di pasar domestik.
Pelaku usaha perlu memahami karakteristik pasar tujuan, regulasi perdagangan, kebutuhan konsumen, standar produk, sistem logistik, dokumen perdagangan, hingga bagaimana membangun identitas produk agar mampu bersaing dengan produk dari negara lain.
Sejak mulai dilaksanakan pada 2024, Program Pelatihan Ekspor BRI Peduli tercatat telah memberikan pelatihan kepada 120 pelaku UMKM dari berbagai wilayah di Indonesia.
Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan wawasan dan kesiapan pelaku usaha dalam melihat peluang pasar internasional.
Bukan hanya mengenai bagaimana produk dapat dikirim ke luar negeri, tetapi juga bagaimana pelaku UMKM mempersiapkan bisnisnya agar mampu memenuhi tuntutan pasar global.
Kesiapan tersebut meliputi aspek produk, kapasitas produksi, kualitas, kemasan, branding, administrasi, regulasi, hingga pemahaman terhadap calon pasar tujuan.
Dengan semakin banyak pelaku UMKM yang mendapatkan pengetahuan mengenai ekspor, peluang produk-produk lokal untuk memperluas pasar diharapkan semakin terbuka.
Produk Lokal Berpeluang Masuk Pasar Internasional
Indonesia memiliki beragam produk UMKM yang berpotensi dikembangkan menjadi produk berorientasi ekspor.
Mulai dari produk makanan dan minuman, produk pertanian dan turunannya, kerajinan, fesyen, produk olahan, hingga berbagai produk kreatif lainnya.
Namun, potensi tersebut perlu diikuti dengan peningkatan kualitas dan kesiapan usaha.
UMKM yang ingin masuk pasar global perlu memahami bahwa persaingan tidak hanya terjadi dari sisi harga. Kualitas produk, konsistensi produksi, kemasan, sertifikasi, kapasitas pasokan, ketepatan pengiriman, serta kemampuan memenuhi standar negara tujuan juga menjadi faktor penting.
Karena itu, program peningkatan kapasitas dan pelatihan ekspor menjadi salah satu instrumen yang dapat membantu pelaku usaha memahami tantangan tersebut sejak awal.
Pengembangan UMKM menuju pasar global juga membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Pemerintah, perbankan, lembaga pendidikan, pelaku industri, asosiasi, marketplace, hingga berbagai lembaga pendukung ekspor memiliki peran masing-masing dalam membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan UMKM.
BRI menyatakan akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan institusi strategis lainnya, dalam mengembangkan kapasitas pelaku UMKM.
Pendekatan yang dilakukan diarahkan secara terintegrasi, mulai dari peningkatan kapasitas, pendampingan, hingga pembukaan akses pasar.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat menjadi bagian dari proses panjang untuk mendorong UMKM tumbuh dan berkembang.
Dorong UMKM Tumbuh dan Naik Kelas
Penghargaan Niaga Werdhitama yang diterima BRI menjadi bentuk apresiasi terhadap kontribusi perusahaan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia dan kapasitas pelaku usaha.
Di tengah tantangan perdagangan global yang semakin dinamis, UMKM Indonesia membutuhkan dukungan agar mampu meningkatkan daya saing dan memanfaatkan peluang pasar internasional.
Akses pembiayaan tetap menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha. Namun, pembiayaan perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan pengelolaan usaha, pengembangan produk, pemahaman pasar, serta pendampingan.
Dengan pendekatan tersebut, UMKM diharapkan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga dapat berkembang, meningkatkan skala usaha, membuka lapangan pekerjaan, serta memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian nasional.
BRI menegaskan akan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis dalam pengembangan UMKM melalui pendekatan yang terintegrasi.
Mulai dari peningkatan kapasitas, pendampingan, hingga pembukaan akses pasar, langkah tersebut diharapkan dapat mendorong semakin banyak pelaku UMKM Indonesia untuk tumbuh, naik kelas, dan mampu bersaing di pasar global.
UMKM Go Global, Produk Lokal Semakin Berdaya Saing
Pengembangan UMKM menuju pasar global pada akhirnya bukan hanya mengenai peningkatan nilai transaksi perdagangan.
Lebih jauh, keberhasilan UMKM menembus pasar internasional dapat menjadi indikator meningkatnya kualitas produk dan kapasitas pelaku usaha nasional.
Ketika produk lokal mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional, manfaatnya dapat dirasakan melalui peningkatan produksi, perluasan jaringan usaha, penciptaan lapangan kerja, serta meningkatnya nilai tambah produk dalam negeri.
Karena itu, dukungan terhadap UMKM untuk memasuki pasar global menjadi agenda yang membutuhkan kesinambungan dan kolaborasi dari berbagai pihak.
Penghargaan Niaga Werdhitama yang diterima BRI menunjukkan bahwa upaya peningkatan kapasitas UMKM dan dukungan terhadap pengembangan perdagangan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem usaha yang lebih kompetitif.
Ke depan, semakin banyak UMKM Indonesia diharapkan mampu memanfaatkan peluang pasar internasional dan membawa produk lokal naik kelas dari pasar domestik menuju pasar global.
Demikianlah artikel ini yang membahas tentang bri raih penghargaan niaga werdhitama.Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda. Temukan juga artikel-artikel menarik lain seputar pertanian hanya di Senipertanian.com
Kunjungi Artikel Seni Pertanian Makin Tahu Indonesia

Belum ada Komentar untuk "BRI Raih Penghargaan Niaga Werdhitama, Komitmen Dorong UMKM Go Global"
Posting Komentar