Perum Bulog Genjot Penyaluran Bantuan Pangan Beras di Depok, Targetkan 102 Ribu Penerima


Senipertanian.com - Perum Bulog mempercepat penyaluran Bantuan Pangan Beras kepada masyarakat penerima di Kota Depok, Jawa Barat. Langkah taktis ini diambil guna memastikan masyarakat dapat segera memanfaatkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan pangan harian mereka di tengah dinamika ekonomi saat ini. Hingga kini, program bantuan sosial tersebut ditargetkan menjangkau sebanyak 102.140 Penerima Bantuan Pangan (PBP) yang tersebar di berbagai kecamatan di Kota Depok.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa proses penyaluran tetap digenjot meski berlangsung pada hari libur akhir pekan, yakni hari Minggu. Kebijakan jemput bola dan percepatan ini diberlakukan agar alokasi Bantuan Pangan periode Juli hingga September dapat segera diselesaikan tanpa kendala berarti di lapangan.

“Hari Minggu penyaluran tetap berjalan, kami terus percepat agar alokasi Juli sampai September dapat segera diselesaikan,” ujar Ahmad Rizal saat ditemui langsung di Depok, Minggu (13/9/2026). Komitmen ini menunjukkan keseriusan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pangan tersebut dalam mengawal penugasan strategis dari pemerintah pusat.

Rincian Alokasi dan Komitmen Tepat Sasara

Berdasarkan data operasional Perum Bulog, total pagu Bantuan Pangan Beras untuk wilayah Kota Depok mencapai angka fantastis yaitu 3.064.200 kilogram. Apabila dirinci lebih mendalam ke tingkat kelurahan, salah satunya di Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, bantuan ini disalurkan secara spesifik kepada 2.204 PBP dengan total pagu mencapai 66.120 kilogram beras berkualitas baik.

Ahmad Rizal menegaskan bahwa kecepatan distribusi harus selalu beriringan dengan ketepatan sasaran. Bulog berkomitmen penuh agar amanah yang diberikan oleh pemerintah benar-benar jatuh ke tangan warga yang berhak menerima tanpa ada penyelewengan di tingkat bawah.

“Hari ini Bulog hadir bukan sekadar untuk kegiatan seremonial, tetapi sekaligus menunjukkan kepedulian nyata terhadap masyarakat. Kami ingin memastikan amanah penyaluran Bantuan Pangan ini benar-benar sampai kepada penerima yang berhak, khususnya di Kota Depok,” tuturnya di hadapan warga penerima manfaat.

Persiapan Periode Lanjutan dan Sinergi Pengawasan

Skala penyaluran ini juga mencakup wilayah regional yang lebih luas. Secara keseluruhan di Provinsi Jawa Barat, Bantuan Pangan Beras dialokasikan kepada 6.039.551 PBP dengan total pagu mencapai 181.186.530 kilogram beras. Sementara itu, secara nasional, progres distribusi Bantuan Pangan kepada para penerima manfaat telah mencatatkan angka pencapaian hampir 55 persen, dan Bulog terus mendorong seluruh jajaran di daerah untuk menuntaskan alokasi triwulan ini pada bulan berjalan.

Percepatan penyaluran ini tidak hanya berorientasi pada penyelesaian kuota triwulan III, tetapi juga menjadi langkah antisipatif dalam mempersiapkan distribusi pada periode berikutnya. Ahmad Rizal mengungkapkan bahwa Presiden Republik Indonesia telah memberikan arahan tegas agar program Bantuan Pangan dilanjutkan kembali untuk periode Oktober hingga Desember 2026.

“Terlebih, Presiden telah mengarahkan agar Bantuan Pangan kembali dilanjutkan untuk periode Oktober hingga Desember 2026, sehingga kesiapan stok, operasional, dan distribusi harus terus kita jaga,” tegasnya.

Untuk menjamin kelancaran rantai pasok, Bulog memastikan kesiapan penuh mulai dari ketersediaan stok cadangan beras di gudang, sarana dan prasarana pergudangan, armada transportasi, hingga jaringan distribusi yang luas. Koordinasi lintas sektoral yang erat terus dijalin bersama pemerintah daerah, aparat penegak hukum, para mitra transporter, serta pemangku kepentingan terkait. Langkah kolaboratif ini dimaksudkan agar setiap kilogram beras yang disalurkan senantiasa memenuhi prinsip empat tepat: tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, dan tepat kualitas.

Selain fokus pada Bantuan Pangan Beras, rangkaian kegiatan di Kelurahan Jatijajar pada hari itu turut diwarnai dengan aksi sosial pendukung. Bulog menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) secara khusus kepada para pengemudi ojek online (ojol) sebagai bentuk perlindungan daya beli masyarakat rentan, serta memberikan santunan sosial kepada anak-anak yatim piatu di sekitar lokasi kegiatan. Pihak Bulog secara tegas mengingatkan bahwa beras bantuan ini diperuntukkan murni bagi konsumsi keluarga penerima dan tidak untuk diperjualbelikan kembali di pasaran bebas.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang kemarau panjang hantam demak jagung gagal berkembang maksimal. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda. Temukan juga artikel-artikel menarik lain seputar pertanian hanya di Senipertanian.com 

Kunjungi Artikel Seni Pertanian Makin Tahu Indonesia

Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Belum ada Komentar untuk "Perum Bulog Genjot Penyaluran Bantuan Pangan Beras di Depok, Targetkan 102 Ribu Penerima"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel