powered by :

Budidaya Melon Amanda F1 dan Pengendalian Hama Tanah dengan Kresnadan 3Gr di Desa Karya Tani Mesuji Lampung, Dukung Program Ketahanan Pangan

Senipertanian.com - Budidaya melon varietas Amanda F1 semakin berkembang di Desa Karya Tani, Kabupaten Mesuji, Lampung. Komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi ini menjadi salah satu upaya petani dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani, sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pertanian dalam penguatan sektor hortikultura nasional.

Pada musim penghujan, tantangan budidaya melon meningkat signifikan. Tanaman melon usia 0–20 hari setelah tanam (HST) diketahui sangat rentan terhadap serangan hama bekicot/siput serta hama tanah lainnya seperti uret dan orong-orong. Kondisi tanah yang lembap mempercepat perkembangan hama tersebut sehingga berpotensi menurunkan populasi tanaman sejak fase awal pertumbuhan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, petani setempat mengaplikasikan insektisida berbahan aktif karbofuran dalam bentuk granular, yaitu Kresnadan 3GR produksi PT Kresna. Produk ini diaplikasikan pada saat tanam atau segera setelah tanam dengan cara ditabur di sekitar perakaran, sehingga efektif mengendalikan hama tanah sejak dini.

Menurut Bima, salah satu petani melon di Desa Karya Tani, penggunaan insektisida granular tersebut sangat membantu menjaga populasi tanaman pada fase awal.

“Di musim hujan, bekicot sangat cepat berkembang. Kalau tidak dikendalikan sejak awal, tanaman melon bisa habis dalam semalam. Dengan aplikasi Kresnadan 3GR saat tanam, serangan hama tanah bisa ditekan dan pertumbuhan tanaman lebih seragam,” ujar Bima.

Sementara itu, Petugas Lapangan dari Mega Tani menjelaskan bahwa pengendalian hama pada usia 0–20 HST merupakan kunci keberhasilan budidaya melon Amanda F1.

“Fase awal pertumbuhan adalah fase kritis. Bila akar dan batang muda terlindungi, maka tanaman dapat tumbuh optimal hingga fase vegetatif dan generatif. Penggunaan insektisida granular berbahan aktif karbofuran efektif sebagai perlindungan awal terhadap bekicot dan hama tanah lainnya,” jelasnya.

Selain pengendalian hama, petani juga menerapkan teknik budidaya yang baik, seperti penggunaan mulsa plastik, pengaturan drainase lahan pada musim penghujan, serta pemupukan berimbang untuk mendukung pertumbuhan vegetatif yang kuat.

Dengan sinergi antara penerapan teknologi budidaya, dukungan produk perlindungan tanaman yang tepat, serta pendampingan petugas lapangan, budidaya melon Amanda F1 di Desa Karya Tani diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani, sekaligus mendukung program pemerintah dalam memperkuat sektor hortikultura nasional.

Demikianlah yang bisa kami sampaikan, semoga artikel Desa Karya Tani Mesuji Lampung, Dukung Program Ketahanan Pangan bisa bermanfaat.

Kunjungi Artikel Seni Pertanian Makin Tahu Indonesia

Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Hubungi: Admin Seni Pertanian


Belum ada Komentar untuk "Budidaya Melon Amanda F1 dan Pengendalian Hama Tanah dengan Kresnadan 3Gr di Desa Karya Tani Mesuji Lampung, Dukung Program Ketahanan Pangan"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel