Tanaman Padi di Tanjung Mas SP10 Blok I Mesuji Mengalami Gejala “Asam-Asaman”, Petani Resah Tiga Musim Berturut-Turut
Senipertanian.com - Tanaman padi di wilayah Tanjung Mas SP10 Blok I, Kabupaten Mesuji, Lampung, kembali mengalami gejala menguning dan muncul bintik-bintik pada daun beberapa minggu setelah dilakukan pemupukan. Kondisi tersebut dikeluhkan petani setempat karena terjadi berulang hingga tiga musim tanam terakhir.
Mustakim, salah satu petani di lokasi tersebut, mengungkapkan bahwa setiap kali dilakukan pemupukan, tanaman awalnya menunjukkan respons pertumbuhan yang baik dan hijau segar. Namun, memasuki beberapa minggu berikutnya, daun mulai menguning disertai bercak dan gejala yang oleh petani setempat disebut sebagai “asam-asaman”.
“Sudah tiga musim seperti ini. Awalnya bagus setelah pupuk, tapi beberapa minggu kemudian daun menguning ke ungu2an dan muncul bintik-bintik jika dibiarkan lama-lama akan amblas dan mati,” ujar Mustakim.
Berdasarkan pengamatan lapangan, gejala tersebut diduga berkaitan dengan kondisi tanah sawah yang mengalami ketidakseimbangan pH (tanah cenderung masam) serta kemungkinan terjadinya akumulasi unsur toksik seperti Fe (besi) dan Mn (mangan) akibat genangan air yang kurang terkontrol. Pada lahan sawah dengan pH di bawah 5,5, unsur hara makro seperti Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K) menjadi kurang tersedia optimal bagi tanaman, sehingga daun mudah menguning dan muncul bercak nekrotik.
Petugas Riset & Penelitian menjelaskan bahwa fenomena “asam-asaman” umumnya terjadi akibat:
- pH tanah rendah (tanah masam).
- Sistem pengairan tidak stabil sehingga memicu keracunan besi.
- Ketidakseimbangan unsur hara, terutama kekurangan K dan Mg.
- Minimnya bahan organik penyangga tanah.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Petugas Riset & Penelitian menyarankan beberapa langkah strategis:
- Pengapuran Dolomit sebanyak 500–1.000 kg + Pupuk KSP Tawon 100kg/ha sebelum tanam untuk menaikkan pH tanah secara bertahap.
- Pengaturan sistem irigasi berselang (intermittent irrigation) guna menekan potensi keracunan Fe.
- Penambahan pupuk berbasis Kalium (KCl) dan Magnesium untuk memperkuat jaringan daun dan meningkatkan ketahanan tanaman.
- Aplikasi bahan organik atau pupuk hayati guna memperbaiki struktur dan biologi tanah.
- Monitoring pH tanah minimal setiap awal musim tanam menggunakan soil test kit.
Petani berharap adanya pendampingan berkelanjutan agar persoalan “asam-asaman” yang telah terjadi selama tiga musim ini dapat dituntaskan, sehingga produktivitas padi di Tanjung Mas SP10 Blok I Mesuji kembali meningkat secara signifikan.

Belum ada Komentar untuk "Tanaman Padi di Tanjung Mas SP10 Blok I Mesuji Mengalami Gejala “Asam-Asaman”, Petani Resah Tiga Musim Berturut-Turut"
Posting Komentar