powered by :

Budidaya Melon Golden Kian Diminati, Peluang Baru bagi Petani Hortikultura


Senipertanian.com - Budidaya melon golden mulai menarik perhatian petani hortikultura di berbagai daerah. Buah berkulit kuning cerah dengan rasa manis dan tekstur renyah ini semakin banyak diburu pasar modern, hotel, hingga supermarket. Tingginya permintaan membuka peluang usaha baru yang dinilai lebih menjanjikan dibandingkan komoditas buah konvensional.

Dalam beberapa tahun terakhir, melon golden dikenal sebagai buah premium dengan harga jual yang relatif stabil. Di tingkat petani, harga melon golden dapat mencapai dua hingga tiga kali lipat dibanding melon biasa, tergantung kualitas dan ukuran buah.

Permintaan Pasar Terus Meningkat

Pelaku usaha pertanian menyebutkan bahwa melon golden memiliki daya tarik visual yang kuat, sehingga mudah dipasarkan. Warna kuning keemasan yang mencolok serta rasa manis dengan tingkat kemanisan tinggi menjadi alasan utama buah ini digemari konsumen.

Selain dijual sebagai buah segar, melon golden juga banyak digunakan sebagai bahan minuman, salad buah, hingga hampers buah premium. Kondisi ini membuat permintaan pasar cenderung stabil sepanjang tahun.

“Pasar modern dan toko buah premium selalu mencari pasokan melon golden. Jika kualitas terjaga, biasanya tidak sulit menjual hasil panen,” ujar salah satu petani hortikultura di Lampung.

Cocok Ditanam di Dataran Rendah

Melon golden dapat tumbuh optimal di dataran rendah hingga menengah dengan suhu hangat dan paparan sinar matahari yang cukup. Tanaman ini memiliki masa panen relatif singkat, yakni sekitar 60–70 hari setelah tanam.

Budidaya dapat dilakukan di lahan terbuka maupun menggunakan greenhouse. Namun, penggunaan greenhouse dinilai mampu meningkatkan kualitas buah karena tanaman lebih terlindungi dari hujan berlebih dan serangan hama.

Dalam praktiknya, petani biasanya menggunakan sistem rambat dengan bantuan tali atau ajir. Teknik pemangkasan tunas serta seleksi buah menjadi kunci utama untuk menghasilkan buah berukuran besar dan rasa yang lebih manis.

Perawatan Intensif Jadi Kunci Keberhasilan

Meski menjanjikan, budidaya melon golden memerlukan perawatan yang cukup intensif. Tanaman membutuhkan pemupukan terjadwal, pengaturan penyiraman, serta pengendalian hama dan penyakit secara rutin.

Hama seperti kutu daun, ulat, dan lalat buah menjadi tantangan yang kerap dihadapi petani. Selain itu, penyakit embun tepung dan layu fusarium juga perlu diantisipasi melalui sanitasi lahan dan penggunaan pestisida ramah lingkungan.

Petani disarankan untuk menyisakan satu hingga dua buah terbaik per tanaman agar kualitas panen maksimal. Teknik ini terbukti mampu menghasilkan buah dengan bobot rata-rata 1,5 hingga 2,5 kilogram.

Potensi Keuntungan Menarik

Dengan masa tanam yang singkat dan harga jual tinggi, melon golden dinilai memiliki potensi keuntungan yang cukup besar. Dalam satu siklus tanam sekitar dua bulan, petani sudah dapat menikmati hasil panen.

Sejumlah pelaku agribisnis menilai komoditas ini cocok dikembangkan oleh petani muda maupun pelaku UMKM pertanian yang ingin masuk ke segmen buah premium.

Budidaya melon golden kini bukan sekadar tren, tetapi mulai dilihat sebagai peluang nyata dalam meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperkuat sektor hortikultura nasional. Jika dikelola dengan baik, komoditas ini diprediksi akan terus berkembang dan menjadi salah satu andalan baru di pasar buah segar.

Demikianlah yang bisa kami sampaikan, semoga artikel Budidaya Melon Golden Kian Diminati bisa bermanfaat.

Kunjungi Artikel Seni Pertanian Makin Tahu Indonesia

Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Belum ada Komentar untuk "Budidaya Melon Golden Kian Diminati, Peluang Baru bagi Petani Hortikultura"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel